HOME  ⁄  News

Jerman Serukan Prosedur Cepat Pemulangan Migran Ilegal di Perbatasan Uni Eropa

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jerman Serukan Prosedur Cepat Pemulangan Migran Ilegal di Perbatasan Uni Eropa
Foto: Otoritas Maroko menahan 111 migran ilegal pada hari Sabtu di dalam dan sekitar kota Fnideq di wilayah utara, setelah mereka berupaya melakukan penyeberangan massal ke kota Ceuta milik Spanyol; demikian disampaikan para pejabat pada 15 Agustus 2026 di Fnideq, Maroko.

Pantau - Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyerukan penerapan prosedur cepat untuk memulangkan migran yang masuk secara ilegal melalui perbatasan eksternal Uni Eropa (EU) di tengah krisis migrasi di Ceuta.

Seruan tersebut disampaikan Dobrindt menjelang pertemuan para menteri dari 18 negara EU dan Inggris yang membahas persoalan migrasi.

"Diperlukan mekanisme baru di tingkat Eropa untuk merespons krisis migrasi," kata Dobrindt dalam konferensi pers di Munich.

"Ini bukan tentang memulai prosedur suaka standar, melainkan secara khusus prosedur pemulangan yang dipercepat karena situasi ini merupakan keadaan darurat yang tidak berkaitan dengan krisis kemanusiaan," katanya.

"Sebaliknya, ini merupakan tindakan sengaja untuk melintasi perbatasan eksternal EU secara ilegal," imbuhnya.

<h2>Jerman Soroti Krisis Migrasi di Ceuta</h2>

Ceuta yang merupakan wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko menghadapi masuknya migran secara massal sejak akhir Juli 2026.

Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebut sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah tersebut dari Maroko sehingga membebani layanan perbatasan, sosial, dan pemerintah daerah selama hampir dua bulan.

Dobrindt menyatakan gelombang migrasi ilegal saat ini sering kali bukan didorong alasan kemanusiaan, tetapi menurutnya dipengaruhi disinformasi serta aktivitas penyelundup dan kelompok kriminal.

"Gelombang ini bukan disebabkan oleh keadaan darurat kemanusiaan, melainkan oleh disinformasi; gelombang tersebut didorong oleh penyelundup dan diorganisasi oleh kelompok kriminal," kata menteri tersebut.

"Telah terjadi situasi ketika disinformasi, informasi palsu yang disengaja, dan dukungan kelompok kriminal menyebabkan banyak kasus penyeberangan perbatasan secara ilegal," kata Dobrindt.

<h2>Frontex Disiapkan Beri Bantuan dalam 24 Jam</h2>

Dobrindt juga mengumumkan Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex) akan memberikan bantuan cepat kepada negara-negara anggota ketika menghadapi situasi darurat di perbatasan eksternal EU.

"Mekanisme dukungan baru bagi negara-negara akan dibentuk, khususnya dengan membentuk pasukan reaksi cepat Frontex yang mampu memberikan dukungan yang diperlukan kepada negara-negara tersebut di perbatasan eksternal EU dalam waktu 24 jam," kata Menteri Dalam Negeri Jerman tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026