HOME  ⁄  News

Iran Bantah Rencana Balasan Militer atas Pembatasan Penerbangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Bantah Rencana Balasan Militer atas Pembatasan Penerbangan
Foto: Iran, penerbangan, sanksi, Amerika, diplomasi

Pantau - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) membantah klaim bahwa Teheran berencana melakukan aksi balasan militer sebagai respons terhadap pembatasan penerbangan yang baru-baru ini diberlakukan terhadap maskapai negara tersebut.

SNSC menyampaikan bantahan pada Sabtu (26/9/2026) untuk menanggapi sejumlah penafsiran dan kutipan terkait pernyataan Sekretaris SNSC Mohsen Rezaei mengenai masalah transportasi udara.

SNSC menyatakan Iran saat ini melakukan perundingan secara serius dengan negara-negara terkait untuk mencabut sejumlah pembatasan penerbangan yang dinilai ilegal oleh Teheran.

Iran Sebut Ada Opsi Balasan Nonmiliter

SNSC menyatakan terdapat berbagai langkah nonmiliter yang dapat digunakan Iran untuk merespons pihak-pihak yang mematuhi pembatasan penerbangan tersebut.

Langkah tersebut dapat diterapkan terhadap bandara tertentu apabila diperlukan, tetapi SNSC berharap situasi tidak berkembang hingga mencapai tahap tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent pada Senin (21/9/2026) mengatakan operasi maskapai penerbangan Iran di berbagai negara akan ditutup mulai Rabu (23/9/2026).

Bessent juga mengancam penerapan sanksi sekunder terhadap perusahaan yang menyediakan layanan penerbangan kepada maskapai-maskapai Iran.

AS Ancam Sanksi Penyedia Layanan Maskapai Iran

Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa penyedia layanan di bandara dapat terkena konsekuensi apabila memberikan bahan bakar, layanan pendaratan, atau menjual tiket kepada maskapai Iran.

Menurut pernyataan Bessent, perusahaan yang tetap memberikan layanan tersebut dapat dikeluarkan dari sistem dolar Amerika Serikat.

Beberapa jam setelah sanksi AS terhadap maskapai Iran mulai berlaku pada Rabu (23/9/2026), Rezaei melalui IRIB TV menyerukan negara-negara lain, khususnya negara tetangga Iran, agar tidak ikut serta dalam kebijakan AS tersebut.

Rezaei menyebut kebijakan tersebut sebagai "petualangan" AS dan menyatakan langkah itu akan segera berujung pada kegagalan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026