
Pantau - Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo menyatakan tren kasus Ebola secara umum mulai menurun setelah wabah penyakit tersebut mencapai puncaknya pada akhir Juli 2026.
Kementerian Kesehatan Kongo menyampaikan perkembangan tersebut melalui akun X pada Sabtu (3/10/2026).
“Data yang disajikan menunjukkan tren penurunan kasus secara umum setelah mencapai puncak pada akhir Juli,” tulis kementerian tersebut di X.
Sebanyak 19 Zona Medis Tanpa Kasus Baru
Kementerian Kesehatan Kongo mencatat 19 dari 63 zona medis yang terdampak wabah tidak melaporkan kasus baru Ebola selama 21 hari.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari perkembangan wabah setelah kasus Ebola sebelumnya menyebar di berbagai wilayah Republik Demokratik Kongo.
Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Republik Demokratik Kongo (INSP) pada Jumat melaporkan wabah Ebola telah menyebabkan lebih dari 4.000 orang meninggal dunia di negara tersebut.
Ebola Sempat Ancam Negara Tetangga
Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) Jean Kaseya pada akhir September memperingatkan penyebaran virus Ebola dapat mengancam negara-negara tetangga Republik Demokratik Kongo.
Peringatan tersebut disampaikan ketika virus Ebola masih terus menyebar di berbagai wilayah negara itu.
Meski demikian, data terbaru Kementerian Kesehatan Kongo menunjukkan tren kasus secara umum telah menurun setelah mencapai puncaknya pada akhir Juli.
- Penulis :
- Gerry Eka




