
Pantau - Dokter Spesialis Kulit dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE mengingatkan penderita eksim untuk mengenali faktor pemicu dan kondisi kulit masing-masing karena penyakit tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang serta berulang.
“Penanganan eksim bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial. Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien. Perlu diingat, mencegah kekambuhan eksim melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eksim saat kambuh,” kata Tomi Nugraha dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Dokter lulusan Universitas Padjadjaran itu menjelaskan kondisi setiap pasien eksim dapat berbeda karena dipengaruhi faktor genetik, kondisi kulit, lingkungan, hingga perubahan yang terjadi di dalam tubuh.
Faktor tersebut dapat berperan dalam muncul atau memburuknya flare-up atau periode ketika gejala eksim menjadi lebih parah.
Kondisi Kulit Bisa Berubah Seiring Fase Kehidupan
Tomi menilai pengenalan terhadap pola dan kondisi kulit masing-masing pasien menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim.
Kebutuhan kulit seseorang dapat berubah dalam berbagai fase kehidupan sehingga perawatan yang diperlukan tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Perubahan tubuh pada fase perimenopause, menopause, hingga pascamenopause menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kebutuhan kulit.
Eksim juga tidak hanya berdampak ketika gejala muncul, tetapi dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kondisi emosional pasien.
Dukungan Keluarga Berperan dalam Perawatan Eksim
Seorang ibu yang mendampingi anak dengan eksim, Fitri Said, membagikan pengalamannya dalam memahami perubahan kondisi kulit, menghadapi periode flare-up, menyesuaikan aktivitas sehari-hari, hingga menjalani proses perawatan.
Pengalaman tersebut menunjukkan keluarga dapat berperan dengan memahami kondisi pasien, membantu mengenali kebutuhan sehari-hari, serta mendampingi proses perawatan jangka panjang.
Pembahasan mengenai eksim tersebut disampaikan dalam gelar wicara "Beyond the Flare, Every Skin Has a Story" untuk memperingati World Atopic Eczema Day 2026 di ERHA Center Iskandarsyah, Jakarta, pada Jumat (25/9/2026).
World Atopic Eczema Day diperingati setiap 14 September untuk meningkatkan kesadaran mengenai eksim atopik serta dampaknya terhadap pasien, keluarga, dan pendamping.
- Penulis :
- Gerry Eka




