
Pantau - Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman yang dipimpin Arab Saudi mengecam serangan milisi Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) sebagai tindakan terorisme dan kejahatan perang, setelah insiden tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Juru Bicara Pasukan Koalisi Mayor Jenderal Turki Al Malki menyatakan serangan tersebut secara langsung menyasar terminal penumpang bandara dan mengakibatkan korban dari kalangan warga sipil serta staf bandara.
Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan pada Minggu (11/10/2026), Al Malki menegaskan bahwa koalisi tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut.
Koalisi Arab Saudi Sebut Serangan Houthi sebagai Kejahatan Perang
Al Malki mengecam keras serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid yang merupakan fasilitas penerbangan sipil di Riyadh, Arab Saudi.
Menurutnya, serangan yang mengakibatkan korban sipil tersebut bertentangan dengan prinsip dan ketentuan hukum humaniter internasional.
"Serangan teroris pengecut oleh milisi Houthi di terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan dan melukai sejumlah penumpang sipil serta staf bandara. Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, tindakan ini sepenuhnya merupakan kejahatan perang," tegas Al Malki.
Ia juga menyebut serangan tersebut sebagai tindakan keji yang bertentangan dengan nilai, prinsip, dan etika kemanusiaan.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi menilai serangan terhadap terminal penumpang sebagai tindakan serius yang memerlukan respons.
Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang dan Lukai 309 Korban
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat serangan Houthi pada Sabtu (10/10/2026).
Selain korban meninggal, sebanyak 309 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Menurut otoritas penerbangan sipil Saudi, serangan itu merupakan serangan ketiga kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh dalam kurun waktu satu pekan.
Serangan terbaru tersebut menyasar terminal penumpang yang digunakan oleh masyarakat sipil dan petugas bandara.
Pernyataan koalisi tidak merinci identitas korban maupun kondisi seluruh korban luka.
Koalisi Saudi Janjikan Respons Tegas terhadap Houthi
Menanggapi serangan tersebut, Al Malki menyatakan Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan mengambil langkah balasan.
Namun, ia menegaskan bahwa respons militer yang disiapkan akan tetap memperhatikan ketentuan hukum humaniter internasional.
"Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan merespons serangan teroris ini secara tegas, terukur, dan tetap berpedoman pada Hukum Humaniter Internasional," imbuh Al Malki.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap koalisi yang berencana merespons serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil di ibu kota Arab Saudi.
Meski demikian, pihak koalisi belum menjelaskan bentuk tindakan, sasaran, maupun waktu pelaksanaan respons tersebut.
Hingga laporan ini disampaikan, informasi resmi yang tersedia masih berfokus pada jumlah korban, kecaman koalisi, dan rencana respons terhadap serangan Houthi.
- Penulis :
- Gerry Eka




