HOME  ⁄  News

Dua Kapal Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Sebut Keduanya Menghantam Ranjau Laut

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dua Kapal Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Sebut Keduanya Menghantam Ranjau Laut
Foto: Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pada Sabtu (17/10) bahwa kapal supertanker kedua yang "melanggar" telah meledak di Selat Hormuz usai menghantam ranjau laut, beberapa jam setelah insiden serupa menimpa kapal tanker lainnya.

Pantau - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melaporkan dua kapal supertanker mengalami ledakan setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz pada Sabtu (17/10/2026), dengan kedua kapal disebut membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah.

Menurut pernyataan IRGC yang dipublikasikan melalui media resminya, Sepah News, insiden kedua terjadi hanya beberapa jam setelah kapal tanker pertama mengalami ledakan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Militer Iran menyebut kedua kapal melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diizinkan dan mematikan sistem navigasi sebelum mengalami kecelakaan.

Ledakan tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar pada kedua kapal tanker, sementara informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan keseluruhan belum disampaikan.

Kapal Supertanker Kedua Meledak dan Terbakar

Angkatan Laut IRGC menyatakan kapal supertanker kedua mengalami ledakan pada Sabtu pagi waktu setempat setelah diduga menghantam ranjau laut.

Ledakan terjadi di ruang mesin kapal yang sedang mengangkut lebih dari dua juta barel minyak mentah.

Menurut keterangan IRGC, ledakan tersebut menyebabkan kebakaran besar sekaligus membuat kapal berhenti beroperasi.

Pihak militer Iran menuding kapal tanker tersebut telah mematikan sistem penentu posisi global (GPS) dan radar sebelum memasuki jalur pelayaran yang dianggap ilegal.

IRGC menyebut kapal tersebut sebagai kapal yang "melanggar" ketentuan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan nama kapal, negara bendera, maupun identitas perusahaan pengoperasinya.

Kapal Tanker Pertama Juga Dilaporkan Menghantam Ranjau

Beberapa jam sebelum insiden kedua, Angkatan Laut IRGC telah mengumumkan ledakan yang menimpa kapal supertanker lainnya di Selat Hormuz.

Menurut militer Iran, kapal pertama berupaya melintasi selat melalui rute "tanpa izin" sebelum menghantam ranjau laut.

Ledakan yang terjadi pada kapal tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar.

IRGC juga menyatakan kapal pertama telah mematikan GPS dan radar ketika membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah.

Dengan demikian, dua insiden ledakan kapal tanker dilaporkan terjadi dalam satu hari di kawasan perairan tersebut.

Hingga laporan diterbitkan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi awak kapal, upaya penyelamatan, ataupun dampak kebakaran terhadap lingkungan laut.

Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz Sejak Februari 2026

Insiden dua kapal supertanker tersebut terjadi di tengah pengetatan pengawasan pelayaran oleh Iran di Selat Hormuz.

Pemerintah Iran mulai memperketat kendali atas jalur perairan tersebut pada 28 Februari 2026 setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Sejak saat itu, Iran melarang pelintasan aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari respons Iran terhadap perkembangan konflik dengan kedua negara tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak internasional karena menghubungkan kawasan Teluk dengan perairan internasional.

Laporan ledakan dua kapal tanker yang masing-masing mengangkut lebih dari dua juta barel minyak mentah tersebut menambah perhatian terhadap keamanan pelayaran di kawasan itu.

Sementara itu, penyebab ledakan dan dugaan pelanggaran jalur pelayaran dalam kedua insiden masih berdasarkan keterangan Angkatan Laut IRGC Iran.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026