
Pantau - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) meraih penghargaan Best Pharmaceutical CDMO & Global Expansion Leader untuk kategori Indonesia Best Pharmaceuticals di sektor kesehatan berkat pengembangan bisnis manufaktur farmasi, inovasi, serta ekspansi internasional.
Penghargaan yang diterima di Jakarta tersebut diberikan atas keunggulan perusahaan dalam mengintegrasikan tata kelola perusahaan yang baik, keberlanjutan, dan transformasi digital.
Kepala CDMO PYFA untuk wilayah operasional Indonesia, Savira Tjan, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) yang menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan perusahaan.
Model bisnis tersebut mencakup layanan pengembangan dan produksi obat berdasarkan kontrak, maklon farmasi, serta layanan produksi kontrak lintas negara atau toll manufacturing.
"Sebagai perwakilan yang memimpin lini usaha CDMO Wilayah Indonesia, kami berkomitmen menjadi mitra strategis pilihan bagi perusahaan multinasional dan top leading companies di Indonesia," kata Savira dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
PYFA Raih Penghargaan atas Empat Pilar Penilaian
Savira menjelaskan bahwa penghargaan Best Pharmaceutical CDMO & Global Expansion Leader dari portal berita industri mencerminkan keberhasilan PYFA membangun kemitraan dengan perusahaan multinasional dan perusahaan terkemuka di Indonesia.
Penetapan PYFA sebagai penerima penghargaan didasarkan pada hasil penilaian dewan juri terhadap empat pilar utama.
Pilar pertama mencakup kinerja CDMO terbesar, sedangkan pilar kedua menilai inovasi CDMO yang paling progresif.
Dua pilar lainnya meliputi efisiensi operasional terbaik serta komitmen terhadap keberlanjutan dan ekspansi global.
PYFA disebut berhasil memperoleh nilai tertinggi dari dewan juri berdasarkan keempat aspek tersebut.
Savira menilai pencapaian ini sejalan dengan perubahan industri kesehatan global yang semakin mengutamakan efisiensi rantai pasok melalui kemitraan manufaktur kontrak.
Pasar CDMO Farmasi Global Diproyeksikan Capai 520,27 Miliar Dolar AS
Berdasarkan laporan riset pasar global Cervicorn Consulting pada 2026, nilai pasar CDMO farmasi dunia tercatat berada pada kisaran lebih dari 263,04 miliar hingga 275 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai pasar tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 520,27 miliar dolar AS pada 2035.
Proyeksi itu disertai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 7,06 persen hingga 10 persen.
Kawasan Asia-Pasifik disebut menjadi wilayah dengan pertumbuhan pasar CDMO farmasi tercepat di dunia.
Peningkatan permintaan layanan alih daya produksi melalui skema maklon dan toll manufacturing dinilai membuka peluang ekspansi bagi perusahaan farmasi yang memiliki kemampuan manufaktur berstandar internasional.
PYFA telah mempersiapkan infrastruktur manufaktur di Indonesia dan Australia untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar tersebut.
Perusahaan juga mengandalkan kemampuan pengembangan produk inovatif dan penyediaan layanan yang luas bagi mitra bisnis.
Pendapatan Pyridam Farma Naik 43,7 Persen pada 2025
Pengembangan bisnis CDMO turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja keuangan PYFA.
Berdasarkan laporan keuangan tahun penuh 2025, pendapatan perusahaan meningkat sebesar 43,7 persen menjadi sekitar Rp2,7 triliun.
Pada tahun buku 2024, PYFA mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,9 triliun.
Layanan CDMO disebut secara konsisten menjadi salah satu pendorong kenaikan pendapatan perusahaan selama dua periode laporan keuangan terakhir.
Savira mengatakan pertumbuhan permintaan klien dan perkembangan positif industri farmasi tercermin dalam kinerja perusahaan.
"Tingginya permintaan klien serta positifnya tren pertumbuhan industri saat ini tercermin langsung pada performa total PYFA, di mana lini bisnis CDMO secara konsisten selama dua tahun terakhir menjadi motor penggerak utama lonjakan pendapatan Perseroan hingga tumbuh 43,7 persen mencapai Rp2,76 triliun, dengan gross margin yang terjaga kuat di angka 21,1 persen. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan standar layanan dan inovasi produk untuk memberikan nilai tambah terbaik bagi seluruh mitra bisnis dan pemangku kepentingan," katanya pula.
Dalam pernyataan tersebut, Savira menyebut pendapatan perusahaan mencapai Rp2,76 triliun dengan margin laba kotor sebesar 21,1 persen.
PYFA Perkuat Ekspansi dan Inovasi Farmasi
PYFA menilai kemampuan menghadirkan solusi produk inovatif serta layanan yang luas menjadi keunggulan perusahaan dalam menghadapi persaingan industri farmasi.
Kemampuan tersebut dinilai relevan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan farmasi global terhadap layanan manufaktur kontrak.
Pengembangan fasilitas di Indonesia dan Australia menjadi bagian dari kesiapan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan CDMO.
Savira menegaskan PYFA akan terus meningkatkan standar pelayanan dan inovasi produk untuk memberikan nilai tambah kepada mitra bisnis serta pemangku kepentingan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memanfaatkan pertumbuhan pasar CDMO farmasi sekaligus memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka




