HOME  ⁄  News

Yaman dan Inggris Bahas Ancaman Houthi serta Krisis Kemanusiaan di Taiz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Yaman dan Inggris Bahas Ancaman Houthi serta Krisis Kemanusiaan di Taiz
Foto: Arsip foto - Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba.

Pantau - Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba dan Menteri Urusan Timur Tengah dan Afrika Utara Inggris Stephen Doughty membahas penguatan hubungan bilateral, perkembangan konflik dengan kelompok Houthi, serta memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman.

Pertemuan kedua pejabat tersebut berlangsung pada Minggu (1/11/2026) di sela-sela kegiatan Manama Dialogue 2026.

Berdasarkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Yaman, pembicaraan tersebut berfokus pada perkembangan terkini di Yaman dan upaya menghadapi kelompok pemberontak Houthi.

Kedua pihak juga membahas situasi kemanusiaan di Taiz, wilayah barat daya Yaman yang masih berada dalam kepungan kelompok Houthi.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah Yaman dan Inggris untuk membahas hubungan kedua negara di tengah konflik yang masih berlangsung.

Inggris Tegaskan Dukungan kepada Pemerintah Yaman

Dalam pertemuan tersebut, Stephen Doughty kembali menegaskan komitmen Inggris untuk terus mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Yaman mengenai hasil pembicaraan kedua pejabat.

Selain hubungan bilateral, pembahasan mencakup upaya menghadapi kelompok Houthi yang masih menjadi salah satu pihak utama dalam konflik di Yaman.

Pemerintah Yaman dan Inggris turut menyoroti perkembangan situasi keamanan dan kemanusiaan yang berkaitan dengan konflik tersebut.

Dukungan Inggris terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam pertemuan di sela-sela Manama Dialogue 2026.

Krisis Kemanusiaan di Taiz Jadi Perhatian

Kondisi kemanusiaan di Taiz menjadi perhatian khusus dalam pembicaraan antara Afrah al-Zouba dan Stephen Doughty.

Wilayah yang terletak di bagian barat daya Yaman tersebut masih berada dalam kepungan kelompok Houthi.

Menurut Kementerian Luar Negeri Yaman, kedua pejabat membahas memburuknya situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.

Pembahasan mengenai Taiz berlangsung sebagai bagian dari perhatian kedua negara terhadap dampak konflik berkepanjangan di Yaman.

Konflik yang terus berlangsung telah menyebabkan jutaan penduduk Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Situasi tersebut menjadikan Yaman sebagai salah satu negara yang menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Konflik Yaman Berlangsung Sejak 2014

Konflik di Yaman bermula pada 2014 ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa.

Pengambilalihan tersebut kemudian memicu intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015.

Intervensi dilakukan untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Sejak saat itu, konflik berkepanjangan terus memberikan dampak besar terhadap kondisi kemanusiaan di negara tersebut.

Jutaan warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat situasi yang ditimbulkan oleh konflik.

Dalam kondisi tersebut, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Yaman dan pejabat Inggris membahas hubungan bilateral, upaya menghadapi Houthi, serta situasi kemanusiaan di Taiz.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026