HOME  ⁄  News

Erdogan Desak Trump Selesaikan Konflik AS dan Iran Melalui Diplomasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Erdogan Desak Trump Selesaikan Konflik AS dan Iran Melalui Diplomasi
Foto: Arsip foto - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato dalam sidang ke-81 Majelis Umum PBB, yang mempertemukan para pemimpin dan perwakilan senior negara-negara anggota PBB di New York, Amerika Serikat, (22/9/2026).

Pantau - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melalui jalur diplomasi guna mengakhiri ketegangan antara kedua negara.

Seruan tersebut disampaikan Erdogan dalam percakapan telepon dengan Trump pada Sabtu (7/11/2026), sebagaimana diumumkan kantor kepresidenan Turkiye.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral Turkiye dan Amerika Serikat serta perkembangan situasi regional dan global.

Erdogan menegaskan bahwa berbagai persoalan antara Washington dan Teheran perlu diselesaikan melalui pendekatan diplomatik.

"Presiden kami mengatakan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat harus diakhiri dan berbagai persoalan perlu diselesaikan melalui diplomasi. Ia juga menegaskan bahwa Turkiye akan terus berupaya mendorong perdamaian," demikian pernyataan kantor kepresidenan Turkiye.

Erdogan Dorong Penguatan Hubungan Turkiye dan AS

Selain membahas konflik Iran, Erdogan dan Trump turut membicarakan perkembangan hubungan bilateral kedua negara.

Erdogan menyampaikan keyakinannya bahwa kerja sama antara Turkiye dan Amerika Serikat akan terus mengalami penguatan.

Kedua negara juga disebut akan berupaya memberikan dorongan baru terhadap hubungan bilateral dalam waktu dekat.

"Presiden Erdogan menyampaikan keyakinannya bahwa kerja sama antara Turkiye dan AS akan terus menguat. Ia menyebutkan bahwa kedua negara akan berupaya memberikan momentum baru bagi hubungan tersebut dalam waktu dekat," demikian pernyataan kantor kepresidenan Turkiye.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari komunikasi kedua pemimpin mengenai hubungan bilateral dan perkembangan situasi internasional.

Konflik AS dan Iran Belum Mencapai Penyelesaian

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas serangan tersebut sehingga konflik melibatkan aksi militer dari kedua pihak.

Meskipun situasi konflik saat ini dilaporkan telah mereda, kedua pihak belum mencapai penyelesaian atas perselisihan tersebut.

Risiko kembali pecahnya permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran juga masih tetap ada.

Dalam situasi tersebut, Erdogan menekankan pentingnya penyelesaian melalui diplomasi untuk mengakhiri ketegangan.

Turkiye Tegaskan Komitmen Mendorong Perdamaian

Kantor kepresidenan Turkiye menyatakan Erdogan akan terus berupaya mendorong terciptanya perdamaian di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan seruan agar persoalan yang masih berlangsung diselesaikan melalui perundingan diplomatik.

Pernyataan mengenai pembicaraan Erdogan dan Trump tersebut dilaporkan oleh kantor berita Sputnik/RIA Novosti.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026