
Pantau - Sebanyak 15 perusahaan Jepang menjalin kerja sama untuk mengkaji pengoperasian layanan taksi terbang komersial pada 2028 dengan sasaran awal kawasan Kansai, termasuk Prefektur Osaka dan Kyoto.
Kolaborasi tersebut mencakup penyusunan model bisnis berkelanjutan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta pengembangan permintaan layanan dari sektor pariwisata.
Layanan transportasi udara tersebut direncanakan menggunakan kendaraan listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa membutuhkan landasan pacu.
Berdasarkan laporan Kyodo yang dikutip ANTARA, Minggu (8/11/2026), armada yang disiapkan merupakan kendaraan udara buatan SkyDrive Inc., perusahaan rintisan yang berbasis di Toyota, Prefektur Aichi.
Kendaraan bertenaga baterai tersebut dirancang untuk mengangkut satu pilot dan dua penumpang.
SkyDrive sebelumnya telah melaksanakan sejumlah uji terbang dan demonstrasi kendaraan tersebut dalam ajang World Expo Osaka 2025.
Perusahaan Jepang Kaji Infrastruktur dan Tarif Taksi Terbang
MUFG Bank menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam kolaborasi pengembangan layanan taksi terbang tersebut.
Perusahaan lainnya mencakup Senshu Ikeda Bank, Tokio Marine & Nichido Fire Insurance Co., serta Mitsubishi HC Capital Inc.
"Setelah Osaka-Kansai Expo, penggunaan mobil terbang kini beralih dari fase demonstrasi dan pengembangan teknologi menuju babak baru pengoperasian di tengah-tengah masyarakat," ujar MUFG Bank dalam pengumuman resmi pembentukan kerja sama tersebut.
Sebanyak 15 perusahaan yang terlibat akan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas berbagai kebutuhan operasional layanan.
Pembahasan mencakup pembangunan stasiun pengisian daya, penetapan tarif perjalanan, serta pengembangan vertiport atau fasilitas khusus lepas landas dan pendaratan taksi terbang.
Para perusahaan juga berencana memutuskan pembentukan perusahaan patungan yang akan bertindak sebagai operator resmi pada musim panas 2027.
Sebelumnya, pejabat eksekutif senior MUFG Bank, Shin Kitamura, telah menyampaikan ketertarikan perusahaan dalam pengembangan transportasi udara generasi baru tersebut.
"Kami ingin menjajaki bagaimana cara untuk mengembangkan infrastruktur transportasi baru itu," kata Kitamura dalam konferensi pers di Osaka pada awal Oktober 2026.
Jepang Targetkan Komersialisasi pada 2027–2028
Rencana pengembangan taksi terbang tersebut sejalan dengan peta jalan pemerintah Jepang untuk menghadirkan layanan transportasi udara generasi terbaru secara komersial pada 2027 hingga 2028.
Kawasan Kansai dipilih sebagai sasaran awal karena mencakup sejumlah destinasi wisata populer, termasuk Osaka dan Kyoto.
SkyDrive juga menjalin kemitraan dengan operator kereta api dan bus Osaka Metro Co. untuk mendukung penggunaan kendaraan udara tersebut.
Namun, perusahaan mengakui keterbatasan lahan pembangunan vertiport di wilayah perkotaan masih menjadi tantangan utama.
Ketersediaan fasilitas pendaratan dan lepas landas dinilai penting untuk memperluas pemanfaatan taksi terbang sebagai sarana transportasi masyarakat.
JAL dan ANA Turut Kembangkan Layanan Serupa
Selain konsorsium yang melibatkan SkyDrive, sejumlah perusahaan penerbangan besar Jepang juga tengah menyiapkan layanan taksi terbang komersial.
Soracle Corp., perusahaan patungan Japan Airlines (JAL) dan Sumitomo Corp., menargetkan pengoperasian layanan tersebut pada tahun fiskal 2028.
Dalam pengembangannya, Soracle menggandeng produsen kendaraan udara asal Amerika Serikat, Archer Aviation Inc.
Sementara itu, ANA Holdings telah menjalin kemitraan strategis dengan Joby Aviation Inc., perusahaan pengembang pesawat listrik asal Amerika Serikat yang mendapat dukungan Toyota Motor Corp.
Keterlibatan sejumlah perusahaan penerbangan, perbankan, dan teknologi tersebut menunjukkan adanya upaya bersama untuk mempersiapkan layanan transportasi udara baru di Jepang.
- Penulis :
- Gerry Eka




