HOME  ⁄  News

Menlu Moldova Sebut Proses Penyatuan dengan Rumania Berlangsung Melalui Integrasi Infrastruktur

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menlu Moldova Sebut Proses Penyatuan dengan Rumania Berlangsung Melalui Integrasi Infrastruktur
Foto: Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Moldova, Mihai Popsoi.

Pantau - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Moldova Mihai Popsoi menyatakan proses penyatuan negaranya dengan Rumania terus berlangsung melalui pembangunan infrastruktur bersama dan integrasi sistem energi kedua negara.

Popsoi mengatakan pembangunan jalan raya, jembatan, serta jaringan energi menjadi langkah nyata untuk mempererat hubungan antara Moldova dan Rumania.

"Harus dipahami bahwa proses unifikasi ini sudah berlangsung. Jalan raya 'Unifikasi' tengah dibangun, jembatan-jembatan akan dibangun di sepanjang Sungai Prut. Interkoneksi energi, dan proyek-proyek infrastruktur lain secara pragmatis semakin mendekatkan kedua sisi Sungai Prut," kata Popsoi kepada televisi TVR Moldova TV, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, berbagai proyek tersebut memberikan manfaat konkret bagi masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan wilayah di kedua sisi Sungai Prut.

Popsoi menyebut masyarakat Moldova selama ini terbuka terhadap gagasan penyatuan dengan Rumania.

Namun, pemerintah Moldova belum dapat menentukan jadwal pasti untuk mewujudkan penyatuan kedua negara.

Infrastruktur Dinilai Lebih Efektif daripada Perdebatan Politik

Popsoi menilai pembangunan infrastruktur bersama merupakan pendekatan yang lebih efektif untuk menunjukkan manfaat hubungan erat antara Moldova dan Rumania.

Proyek jalan raya yang disebut sebagai Jalan Raya Unifikasi menjadi salah satu langkah yang sedang dilaksanakan.

Selain itu, pembangunan sejumlah jembatan di sepanjang Sungai Prut direncanakan untuk meningkatkan keterhubungan kedua wilayah.

Integrasi sistem energi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara.

Menurut Popsoi, proyek-proyek nyata tersebut dapat membantu masyarakat memahami manfaat penyatuan dibandingkan perdebatan politik semata.

Meski proses integrasi terus berjalan, pemerintah Moldova mengakui belum memiliki kepastian mengenai waktu penyatuan secara resmi.

Oposisi Moldova Menentang Gagasan Penyatuan

Gagasan penyatuan Moldova dengan Rumania mendapat penolakan dari sejumlah tokoh oposisi di Moldova.

Kelompok oposisi menilai Rumania tengah mempersiapkan langkah yang mereka sebut sebagai aneksasi teritorial terhadap Moldova.

Mantan Presiden Moldova Igor Dodon bahkan menyebut pihak-pihak yang mendukung penyatuan dengan Rumania sebagai pengkhianat kepentingan nasional.

Penolakan juga disampaikan mantan Presiden Moldova Vladimir Voronin yang menyoroti pengalaman sejarah hubungan kedua negara.

Voronin menilai periode penyatuan Moldova dengan Rumania pada 1918 hingga 1940 sebagai masa penjajahan brutal dan genosida terhadap rakyat Moldova.

Pernyataan tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan politik mengenai masa depan hubungan kedua negara.

Presiden Maia Sandu Akui Dukungan Publik Belum Cukup

Pada awal November 2026, Presiden Moldova Maia Sandu mengakui dukungan masyarakat terhadap penyatuan dengan Rumania belum mencapai tingkat yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi gagasan penggabungan kedua negara.

Berdasarkan konstitusinya, Moldova merupakan negara yang menganut prinsip netralitas.

Meski demikian, sejak 2022 pemerintah di Chisinau terus meningkatkan upaya integrasi dengan Uni Eropa dan Rumania.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah perubahan penyebutan bahasa nasional dalam dokumen resmi negara.

Pada musim semi 2023, parlemen Moldova menyetujui penggunaan istilah "Bahasa Rumania" dalam seluruh dokumen hukum dan peraturan.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari proses pendekatan Moldova dengan Rumania, meskipun keputusan mengenai penyatuan kedua negara belum ditetapkan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026