HOME  ⁄  Olahraga

Peter Schmeichel: Saya Nangis dengan Kondisi Manchester United

Oleh Kaorie Zeto Hapki
SHARE   :

Peter Schmeichel: Saya Nangis dengan Kondisi Manchester United
Foto: Peter Schmeichel menjadi pundit untuk CBS Sport dalam pertandingan final Liga Champions 2023/24 antara Borussia Dortmund vs Real Madrid CF. (Getty)

Pantau - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel mengaku dirinya tidak percaya terhadap strategi Erik Ten Hag yang ia anggap begini-begini saja, usai The Red Devils memulai musim dengan 2 kekalahan dari 3 pertandingan.

"Saat saya dengar Ten Hag bicara soal idenya, dia bicara soal punya rencana, ada struktur, dan ada disiplin yang perlu dimiliki. Apakah kalian melihatnya di tim? Saya tidak melihatnya, saya belum melihatnya," ujar Schmeichel.

Diketahui, United memulai musim Premier League dengan 2 kekalahan dari 3 pertandingan setelah mereka berhasil mengalahkan Fullham dengan skor 1-0. Sedangkan pada pekan pertama The Red Devils justru dikalahkan oleh Brighton serta Liverpool.

Baca Juga: Legenda Manchester United: Erik Ten Hag akan Dipecat Sebelum Natal

Namun dari 3 pertandingan tersebut, laga melawan Liverpool lah yang mengangkat sorotan terhadap beberapa pemain United. Karena rival abadinya itu dapat menggunakan beberapa titin rentan dari strategi yang digunakan Ten Hag.

Peter menambahkan bahwa gaya bermain yang ditampilkan United belum menampilkan identitas jelas, meski klub tersebut telah membeli banyak pemain.

"Saya masih tak tahu gaya mainnya dan itu mungkin salah satu hal paling mengecewakan, bahwa kami sempat punya kesempatan melakukan perubahan. Dia datang, Erik, dengan reputasi sangat-sangat bagus," sambung Schmeichel.

Sedangkan beberapa pemain mahal, seperti Antony dan Casemiro yang dimana kedua pemain tersebut dapat mencapai 140 juta paun. Masih belum bisa memberikan dampak signifikan.

Baca Juga: Jadi Biang Kerok Kekalahan MU atas Liverpool, Casemiro Tinggalkan Old Trafford Duluan

"Dia diizinkan belanja banyak. Dia membawa Antony dan Casemiro, yang mengubah keseluruhan klub. Struktur klub berubah karena itu. Saya rasa salah satu sebab penjualan-penjualan pemain sebelumnya terjadi adalah karena mereka harus membiayai dua pemain itu." lanjutnya.

"Jadi sejak saat itu, klub berubah. Kita sudah memainkan tiga laga, kalah dua kali dan saya tak melihat ada perbedaan. Saya hampir menangis karena itu, sebab saya ingin tim ini tampil sangat-sangat baik." ujarnya.

Penulis :
Kaorie Zeto Hapki