Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

FPTI Tunda Bidding Tuan Rumah World Climbing Series 2026 Imbas Dinamika Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

FPTI Tunda Bidding Tuan Rumah World Climbing Series 2026 Imbas Dinamika Global
Foto: (Sumber: Arsip foto - Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi (kiri) beradu kecepatan dengan rekan senegaranya Alfian Muhammad Fajri (kanan) pada final speed klasik panjat tebing putra SEA Games 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Sport Authority, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/sgd)

Pantau - Federasi Panjat Tebing Indonesia memutuskan menahan diri untuk tidak mengajukan penawaran sebagai tuan rumah World Climbing Series 2026 di tengah dinamika dan sensitivitas internasional pascapolemik penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian agar olahraga panjat tebing tidak terdampak persoalan nonteknis yang berada di luar ranah olahraga.

Ketua Umum FPTI Yenny Wahid menegaskan keputusan ini bukan karena Indonesia kehilangan minat maupun kemampuan menjadi penyelenggara ajang olahraga dunia.

FPTI memilih bersikap hati-hati sembari memantau perkembangan situasi global agar stabilitas pembinaan atlet tetap terjaga.

"Imbas dari kejuaraan senam tahun lalu yang menjadi isu sensitif di publik, tahun ini kami tidak ikut bidding. Ya, rencana semula mau ikut. Kami melihat dahulu perkembangannya ke depan. Semoga tahun depan bisa menjadi tuan rumah," ungkapnya.

Sejak 2022, Indonesia secara konsisten tercatat sebagai tuan rumah seri World Cup panjat tebing dan menjadi salah satu destinasi penting dalam kalender internasional olahraga tersebut.

Polemik yang menjadi latar belakang keputusan FPTI berkaitan dengan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta ketika pemerintah Indonesia menolak memberikan visa kepada atlet Israel.

Penolakan tersebut merupakan sikap politik Indonesia terhadap agresi Israel di Gaza dan memicu reaksi internasional, termasuk sanksi dari Komite Olimpiade Internasional.

Di sisi lain, Federasi Senam Internasional menyatakan dukungan terhadap langkah Indonesia dan menegaskan bahwa keputusan pemberian visa merupakan kewenangan pemerintah.

Sementara itu, World Climbing secara resmi mengumumkan kalender World Climbing Series 2026 telah rampung dengan total 13 seri yang mencakup disiplin boulder, lead, dan speed.

Empat seri dijadwalkan berlangsung di China, masing-masing di Keqiao, Wujiang, Guiyang, dan Chongqing.

Musim 2026 akan dibuka di Keqiao pada 1 hingga 3 Mei untuk nomor boulder, dilanjutkan seri Wujiang pada 8 hingga 10 Mei untuk nomor lead dan speed.

Paruh akhir musim di China diisi dua seri speed beruntun yang digelar di Guiyang dan Chongqing pada September.

Rangkaian kompetisi kemudian berlanjut ke kawasan Eropa, Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan ditutup di Santiago, Chile, pada akhir Oktober.

World Climbing juga masih membuka peluang penambahan satu seri World Climbing Para Series dalam kalender musim 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf