
Pantau - Pelari lintas alam Arief Wismoyono berhasil menjadi juara pertama dalam ajang Kerinci100 di Kabupaten Kerinci, Jambi, setelah menuntaskan lomba sejauh 100 kilometer dalam waktu sekitar 18 jam.
Arief mengalahkan 28 peserta lainnya yang terdiri dari 12 pelari dalam negeri dan 16 pelari internasional, dengan finis pada Sabtu pukul 21.59 WIB.
Taklukkan Gunung Kerinci hingga Rawa Bento
Perjalanan Arief dimulai dengan tantangan menuju puncak Gunung Kerinci pada pukul 05.54 WIB dan berhasil mencapai puncak setinggi 3.805 Mdpl pada pukul 08.26 WIB.
Pencapaian tersebut menjadikannya pelari maraton pertama yang mencapai puncak Gunung Kerinci dalam ajang tersebut.
"Saya kira sudah habis, hutan itu Gunung Tujuh ampun hutan belantara, duri duri tapi seru sih, terus rawa rawa flat tidak bisa lari," ungkapnya.
Setelah checkpoint pertama, Arief melanjutkan perjalanan menuruni gunung menuju Air Terjun Telun Berasap dan tiba pada pukul 11.56 WIB dengan keunggulan 20 menit dari pesaing terdekat.
Ia kemudian melanjutkan rute menuju Danau Gunung Tujuh pada pukul 12.43 WIB dan menyelesaikannya dalam waktu 1 jam 21 menit.
Medan Ekstrem Jadi Tantangan Utama
Arief menghadapi tantangan berat di kawasan Rawa Bento Kerinci dengan kondisi medan berupa rawa berlumpur yang sulit dilalui.
Dengan sisa tenaga, ia mampu melewati seluruh rintangan hingga mencapai garis finis.
Penyelenggara menyebut Kerinci100 memiliki karakteristik lintasan yang unik dengan variasi medan mulai dari tanjakan, turunan, hingga rawa yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
"Lintasan dan hambatan belum banyak diketahui, bentang alam cara menyikapi beda bertemu rawa bagaimana menyikapi. Target kita untuk yang 100 kilo kira kira 33 jam," ungkapnya.
Keberhasilan ini menegaskan ketangguhan Arief dalam menghadapi lomba lintas alam ekstrem dengan kondisi medan yang kompleks.
- Penulis :
- Gerry Eka









