
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menegaskan Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi kompleksitas dan tantangan geopolitik dunia melalui politik luar negeri bebas aktif serta pengalaman historis bangsa dalam menghadapi konflik global.
Pernyataan tersebut disampaikan Havas saat mengisi kuliah tamu di Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia pada Senin, 25 Mei 2026.
Havas mengatakan Indonesia mampu menjaga pembangunan nasional di tengah berbagai konflik geopolitik pada masa lalu sehingga membuat Indonesia lebih siap menghadapi situasi global yang semakin dinamis.
"Hari ini, Indonesia justru jauh lebih siap. Kita memiliki sumber daya yang lebih kuat, kapasitas ekonomi yang lebih baik, dan teknologi yang berkembang," ungkapnya.
Pengalaman Sejarah Jadi Modal Diplomasi Indonesia
Havas menilai Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi kompleksitas geopolitik global sejak masa kemerdekaan.
Menurutnya, Indonesia berhasil bertahan di tengah berbagai perubahan dan tekanan global hingga saat ini.
Ia menyebut Indonesia juga mampu mengelola hubungan diplomatik pada masa Perang Dingin ketika negara-negara adidaya saling berebut pengaruh dan kepentingan.
Situasi Perang Dingin tersebut, kata Havas, diwarnai konflik ideologi dan dinamika geopolitik yang rumit.
Havas menyatakan keberhasilan menjaga politik bebas aktif menjadi modal nasional penting bagi Indonesia untuk menjaga kepentingan nasional dan posisi Indonesia di kancah internasional.
Resiliensi Sosial Dinilai Jadi Kekuatan Utama Indonesia
Selain diplomasi, Havas menilai Indonesia memiliki kekuatan besar dalam daya tahan sosial dan kemampuan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, Indonesia tidak terpecah meski menghadapi berbagai konflik besar di tingkat nasional.
Havas mengatakan kondisi tersebut dapat menjadi contoh bagi dunia internasional.
Ia juga menyinggung kemampuan Indonesia pulih dari berbagai krisis nasional, termasuk Krisis Ekonomi 1998 dan konflik sosial yang terjadi setelahnya.
"Saya percaya kekuatan terbesar Indonesia terletak pada resiliensi. Kita pernah menghadapi krisis ekonomi 1998, konflik sosial di berbagai daerah, dan beragam tantangan kebangsaan; tetapi Indonesia tetap berdiri," ujarnya.
Havas menambahkan dukungan akademisi dan para ahli turut membantu pemerintah dalam memikirkan berbagai persoalan global secara lebih matang.
- Penulis :
- Leon Weldrick





