
Pantau - Perubahan sistem kompetisi internal di pelatnas para panahan Indonesia dinilai berdampak positif terhadap peningkatan mental bertanding atlet.
Dampak tersebut mulai terlihat pada ajang World Archery Para Series Bangkok 2026.
Sistem baru memperketat persaingan dengan menambah jumlah atlet dalam setiap kategori dari dua menjadi tiga orang.
"Tim pelatih mengusulkan agar kompetisi internal di setiap kategori ditambah, dari mulanya dua atlet menjadi tiga atlet. Kini semua atlet harus bersaing ketat selama pelatnas agar bisa mendapat tempat untuk diberangkatkan ke event dunia," ujar Rameez Ali Surya Negara.
Persaingan Ketat Tingkatkan Mental
Persaingan yang lebih ketat membuat atlet tidak memiliki zona nyaman selama menjalani pelatnas.
"Perubahan sistem kompetisi internal ini menciptakan mental atlet yang lebih kuat. Yang tadinya mungkin merasa nyaman, dengan sistem yang sekarang mereka ada pacuan tersendiri," katanya.
Efektivitas sistem tersebut terlihat dari hasil kompetisi internasional pertama setelah perubahan diterapkan.
Bukti Prestasi di Ajang Internasional
Indonesia berhasil meraih tiga medali emas dalam ajang tersebut.
"Sistem ini terbukti efektif di event pertama setelah adanya perubahan sistem kompetisi internal," ujarnya.
Selain tiga emas, Indonesia juga meraih satu medali perak dan dua perunggu serta menempati posisi kedua klasemen di bawah India.
Medali emas diraih dari nomor recurve putra, recurve beregu putri, dan recurve beregu campuran.
Dukungan NPC Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga turut berperan dalam peningkatan prestasi.
Sistem baru ini diharapkan mampu meningkatkan performa atlet menghadapi Asian Para Games 2026 dan kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028.
- Penulis :
- Gerry Eka









