
Pantau - Nama Riyanti Ananda menjadi sorotan setelah tampil gemilang pada debut internasionalnya di World Archery Para Series Bangkok 2026 dengan menyumbangkan tiga medali untuk Indonesia.
Riyanti meraih dua medali emas dan satu medali perunggu dalam ajang tersebut.
Medali emas diperoleh dari nomor recurve beregu putri bersama Noviera Ross serta recurve beregu campuran bersama Kholidin.
Sementara satu medali perunggu diraih dari nomor recurve putri.
Debut Gemilang Atlet Muda
Riyanti diketahui baru bergabung dengan pelatnas pada Agustus 2025.
Meski terbilang baru, ia mampu tampil maksimal di level internasional.
"Riyanti baru mengikuti pelatihan nasional pada bulan Agustus 2025, tetapi bisa tampil maksimal. Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi," ujar Rameez Ali Surya Negara.
Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti efektivitas sistem pembinaan atlet.
Target Prestasi Lebih Tinggi
Riyanti mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya di ajang internasional pertama.
"Alhamdulillah, sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional. Terima kasih kepada tim pelatih, NPC Indonesia dan teman-teman semua. Tanpa bantuan mereka, saya tidak akan bisa sampai sejauh ini," ujarnya.
Ia berharap dapat terus memberikan prestasi untuk Indonesia di masa depan.
"Harapannya ke depan saya bisa selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan NPC Indonesia," katanya.
Riyanti berpotensi menjadi andalan Indonesia di ajang Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.
Secara keseluruhan, Indonesia meraih tiga emas, satu perak, dan dua perunggu serta menempati posisi kedua klasemen di bawah India.
- Penulis :
- Gerry Eka









