
Pantau - Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) memperkuat ekosistem bola basket di Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Nestle MILO lewat program Basketball for Good yang menyasar pengembangan olahraga akar rumput dan pembentukan karakter generasi muda.
FIBA Gandeng Swasta Kembangkan Basket Pelajar
Chief Operating Officer FIBA Patrick Mariller mengatakan kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen FIBA dalam mendorong pengembangan bola basket nasional melalui pendekatan pendidikan dan sosial.
"Melalui Basketball for Good, kami memanfaatkan bola basket sebagai platform untuk membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta menanamkan nilai disiplin dan kerja sama tim," kata Mariller saat penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Perwakilan FIBA Indonesia, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan program itu merupakan bagian dari inisiatif global berbasis sports for development and peace (SDP) yang tidak hanya fokus pada keterampilan bermain basket, tetapi juga penguatan mental, sosial, dan pola hidup sehat.
Program akan berlangsung mulai Mei hingga Oktober 2026 dengan target menjangkau 100 sekolah dasar di sejumlah daerah seperti Tangerang, Makassar, Lubuk Linggau, Kendari, dan Samarinda.
Sebanyak 100 guru olahraga akan mengikuti pelatihan training of teachers (ToT) sebelum mengajarkan kurikulum berbasis Basketball for Good kepada lebih dari 3.000 siswa.
Libatkan Perbasi dan Fokus pada Wilayah Minim Akses Olahraga
Mariller mengatakan FIBA juga menggandeng Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) di tingkat pusat maupun daerah guna memastikan keberlanjutan program, khususnya di wilayah dengan akses olahraga yang masih terbatas.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah FIBA untuk memperkuat perannya tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga penggerak pembangunan ekosistem basket yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestle Indonesia Alaa Shaaban menyebut olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
"Kami percaya olahraga adalah guru terbaik dalam kehidupan, jadi bersama dengan FIBA, kami ingin menghadirkan dampak yang lebih luas melalui pengembangan holistik anak-anak Indonesia," ujar Alaa Shaaban.
Sebelumnya, program Basketball for Good telah diterapkan di sejumlah kota seperti Timika, Mataram, Kulon Progo, Sumbawa Barat, dan Ambon dengan menjangkau 58 sekolah, 117 guru, serta 1.770 siswa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





