
Pantau - Ketua Umum Perbasasi DKI Jakarta periode 2026–2030 M. David Franico menyatakan fokus utama kepengurusannya adalah mempersiapkan atlet bisbol dan sofbol menuju Pekan Olahraga Nasional atau PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Perbasasi DKI Jakarta menargetkan mempertahankan tradisi prestasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet di tingkat nasional pada PON edisi ke-22 tersebut.
David mengatakan, “DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk terus menjadi salah satu kekuatan utama bisbol dan sofbol nasional, sehingga diperlukan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis prestasi.”
David Franico terpilih menjadi Ketua Umum Perbasasi DKI Jakarta 2026–2030 dalam Musyawarah Provinsi atau Musprov di Jakarta pada Sabtu 9 Mei 2026.
Menurut David, persiapan menuju PON 2028 akan dilakukan lebih awal melalui program pemantauan atlet, peningkatan intensitas kompetisi, dan pembentukan sistem pembinaan jangka panjang.
Kompetisi internal antarklub serta pembinaan kelompok umur juga akan diperkuat untuk menjaga regenerasi atlet secara berkesinambungan.
Pengembangan Pelatih dan Wasit Jadi Perhatian
David mengatakan, “Selain peningkatan kualitas atlet, perhatian juga akan diberikan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan agar mampu mengikuti perkembangan olahraga internasional.”
Musprov juga memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga slowpitch yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga berbasis komunitas.
Perbasasi DKI Jakarta melihat slowpitch bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sarana membangun budaya hidup sehat, mempererat komunitas, dan membuka ruang pembinaan atlet baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap slowpitch disebut terus meningkat, termasuk dari kalangan profesional muda, komunitas olahraga, hingga keluarga.
Perbasasi DKI Perluas Turnamen dan Pembinaan
Kepengurusan baru Perbasasi DKI Jakarta berkomitmen memperluas penyelenggaraan turnamen, festival olahraga komunitas, serta program pengenalan bisbol dan sofbol kepada masyarakat luas.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi olahraga sekaligus memperbesar basis talenta atlet di masa depan.
Musprov juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat tata kelola yang profesional dan modern.
Pengurus baru diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang inovatif, transparan, dan mampu menjawab tantangan pembinaan olahraga di era saat ini.
- Penulis :
- Gerry Eka





