HOME  ⁄  Olahraga

Jannik Sinner Prioritaskan Pemulihan Fisik sebelum Fokus ke French Open 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jannik Sinner Prioritaskan Pemulihan Fisik sebelum Fokus ke French Open 2026
Foto: (Sumber: Petenis Italia Jannik Sinner bereaksi dalam pertandingan perempat final Mutua Madrid Open 2026 melawan petenis Spanyol Rafael Jodar di Caja Magica, Madrid, Spanyol, Rabu (29/4/2026). Mutua Madrid Open.)

Pantau - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner memilih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik setelah menjuarai Italian Open 2026 sebelum mengalihkan fokus penuh ke turnamen French Open atau Roland Garros.

“Prioritasnya adalah memulihkan diri sebaik mungkin dalam dua hingga tiga hari ke depan,” ujar Sinner dikutip dari ATP, Selasa.

Sinner baru saja mencatat sejarah setelah menjadi petenis Italia pertama yang memenangi turnamen Masters 1000 di Roma sejak Adriano Panatta pada 1976.

Petenis berusia 24 tahun itu mengatakan dirinya belum akan menjalani banyak latihan dan ingin menikmati waktu bersama keluarga sebelum bertolak ke Paris.

“Tidak akan ada banyak latihan, tenis, nol. Secara fisik, saya dan tim saya perlu memeriksanya,” ungkap Sinner.

“Saya juga ingin bersama keluarga saya saat ini. Melepaskan diri dari tenis, lalu mulai Kamis dan seterusnya, saya pikir saya akan berada di Paris, mempersiapkan diri, dan kita akan lihat bagaimana hasilnya. Untuk saat ini, istirahat sangat penting,” lanjutnya.

Sinner Lengkapi Career Golden Masters

Kemenangan di Italian Open 2026 membuat Sinner melengkapi koleksi sembilan gelar ATP Masters 1000 atau menuntaskan Career Golden Masters.

Pencapaian tersebut membuat Sinner sejajar dengan Novak Djokovic sebagai petenis yang mampu meraih seluruh gelar Masters 1000.

Sepanjang musim 2026, Sinner sebelumnya juga sukses menjadi juara di Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid.

Kemenangan di Roma Jadi Momen Emosional

Sinner mengaku gelar juara di Roma memiliki arti spesial karena diraih di depan publik Italia.

“Tidak ada tempat yang lebih baik untuk melengkapi koleksi ini,” kata Sinner.

“Bagi orang Italia, ini salah satu tempat paling spesial untuk bermain tenis. Bisa menang di sini sangat berarti bagi saya,” ujarnya.

Meski tampil sebagai unggulan utama, Sinner mengaku sempat mengalami tekanan mental besar pada laga final setelah kehilangan servis di awal pertandingan sebelum akhirnya mampu bangkit dan mengendalikan permainan.

“Ada banyak ketegangan dan momen sulit, terutama secara mental. Saya senang bisa tetap tenang dan meraih pencapaian ini,” tutur Sinner.

Penulis :
Ahmad Yusuf