
Pantau - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menilai penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 layak menjadi rujukan dalam pengembangan standar turnamen bulu tangkis dunia berkat inovasi teknologi, kreativitas penyajian, dan pengalaman yang diberikan kepada penonton di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.
Penilaian tersebut disampaikan BWF setelah berakhirnya turnamen level Super 1000 yang berlangsung sepanjang pekan di Jakarta.
BWF Puji Inovasi dan Penggunaan Teknologi
Events Director BWF Selvaamresh Supramaniam mengatakan Indonesia Open 2026 melampaui ekspektasi federasi dunia dari sisi penyelenggaraan.
"Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus," kata Supramaniam.
Menurutnya, BWF memperoleh banyak pelajaran dari berbagai uji coba yang diterapkan selama turnamen berlangsung.
"BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya," ujarnya.
BWF menilai sejumlah inovasi yang diterapkan di Indonesia Open dapat menjadi referensi bagi penyelenggaraan turnamen internasional lainnya pada masa mendatang.
Konsep Sportainment Kembalikan Euforia Bulu Tangkis
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto mengatakan turnamen tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga untuk menghidupkan kembali euforia bulu tangkis di Indonesia.
Konsep sportainment diterapkan melalui perpaduan pertandingan kelas dunia, aktivitas di kawasan Istora, sesi meet and greet, serta berbagai hiburan bagi penonton.
"Pada waktu event ini dirancang secara konsep, ada beberapa objektif yang mau kami capai. Yang pertama adalah kami ingin mengembalikan lagi euforia bulu tangkis Indonesia," kata Budiharto.
Ia menjelaskan tema "Pride of the Nation" mencerminkan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, PBSI, dan BWF.
Budiharto menilai penyelenggaraan Indonesia Open 2026 berlangsung lancar, aman, dan sukses meski wakil tuan rumah belum berhasil meraih gelar juara.
"Walaupun memang ada harapan event ini bisa lebih lengkap kalau kita bisa mendapatkan gelar juara, tapi itu hanya masalah waktu. Saya percaya hal itu," ungkapnya.
Supramaniam menambahkan kebanggaan terbesar dari Indonesia Open terlihat dari antusiasme suporter yang memadati Istora sepanjang turnamen.
"Pride of the Nation bukan hanya soal Indonesia Open, tapi kebanggaan bangsa itu adalah para suporter di Indonesia. Minggu ini kita melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya," tuturnya.
Mulai musim depan, BWF akan menambah durasi turnamen Super 1000 menjadi 11 hari serta meningkatkan total hadiah menjadi 2 juta dolar AS atau sekitar Rp36 miliar dari sebelumnya 1,45 juta dolar AS.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





