
Pantau - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman berharap kepengurusan baru Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) masa bakti 2026–2030 dapat terus meningkatkan prestasi cabang olahraga wushu setelah pelantikan dan pengukuhan yang digelar di Jakarta sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan Airlangga Hartarto.
Harapan Wushu Tembus Olimpiade
Marciano menyampaikan bahwa peningkatan prestasi di tingkat internasional menjadi modal penting agar wushu suatu hari dapat dipertandingkan pada Olimpiade senior.
“Saya berharap prestasi wushu dapat terus meningkat dan pada akhirnya mengantarkan wushu menjadi cabang olahraga Olimpiade,” ungkapnya.
Saat ini, wushu telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga peraih medali pada Youth Olympic Games Dakar 2026, namun untuk Olimpiade musim panas tingkat senior cabang tersebut masih belum berstatus sebagai olahraga resmi dan masih berada dalam tahap evaluasi.
“Jadi saya rasa dengan prestasi yang terus membanggakan, kita semua kita akan menjadi saksi satu hari bahwa wushu dipertandingkan di Olimpiade,” ujar Marciano.
Prestasi Internasional dan Pembinaan Atlet
Marciano menyoroti berbagai capaian yang diraih wushu Indonesia di level internasional, termasuk keberhasilan menjadi juara umum pada cabang olahraga wushu di SEA Games Thailand 2025 dengan koleksi sembilan medali yang terdiri atas lima emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Indonesia juga kembali menjadi juara umum cabang olahraga wushu pada SEA Games Kamboja 2023 dengan raihan total 14 medali.
Pada Kejuaraan Dunia Wushu di Brasil tahun 2025, Indonesia mengumpulkan enam medali yang terdiri atas satu emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Prestasi lainnya datang dari International Wing Chun Competition 2025 di China, ketika atlet Indonesia berhasil membawa pulang 27 medali dari berbagai nomor pertandingan.
Sementara itu, tim nasional wushu junior Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dunia di bawah Hong Kong dan tuan rumah China.
Sejumlah atlet yang turut mendapat sorotan atas kontribusinya terhadap prestasi internasional tersebut antara lain Edgar Xavier Marvelo, Seraf Naro Siregar, dan Patricia Geraldine.
Marciano menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan atlet secara berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten dan kota, berlanjut ke tingkat provinsi, hingga tingkat nasional melalui ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Melalui sistem pembinaan tersebut, Indonesia dinilai berhasil melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat internasional.
- Penulis :
- Arian Mesa





