HOME  ⁄  Olahraga

Pelatih Agusti Julbe Bosch Fokus Benahi Aspek Teknis Dewa United Jelang Laga Penentuan Semifinal IBL 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pelatih Agusti Julbe Bosch Fokus Benahi Aspek Teknis Dewa United Jelang Laga Penentuan Semifinal IBL 2026
Foto: (Sumber :Pemain Dewa United Banten Hardianus (kiri) menghadang pemain Pelita Jaya Basketball Jakarta Andakara Prastawa Dhyaksa (kanan) dalam pertandingan seri best of five semifinal IBL Gopay 2026 di Dewa United Arena, Tangerang, Kamis (11/6/2026). (ANTARA/HO-IBL).)

Pantau - Pelatih Dewa United Banten Agusti Julbe Bosch akan membenahi sejumlah aspek teknis tim menjelang laga keempat semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2026 setelah timnya tertinggal 1-2 dari Pelita Jaya Jakarta dalam seri best-of-five.

Bosch Soroti Pertahanan terhadap Pelita Jaya

Bosch menilai timnya telah menunjukkan perkembangan positif pada gim ketiga, terutama dalam upaya meredam kontribusi pemain andalan Pelita Jaya, Perrin Buford.

Ia mengungkapkan, “Kami melakukan pekerjaan yang sedikit lebih baik untuk menghentikan Buford, namun mereka (Pelita Jaya) memiliki banyak opsi.”

Menurut Bosch, fokus pertahanan terhadap Buford justru membuka ruang bagi pemain lain, termasuk Andakara Prastawa, yang mampu memanfaatkan kesempatan melalui tembakan terbuka.

Evaluasi Detail Permainan Jelang Gim Keempat

Bosch menegaskan Dewa United masih memiliki peluang membalikkan keadaan apabila mampu memperbaiki sejumlah kelemahan dalam permainan.

Ia mengatakan, “Kami memberikan terlalu banyak tembakan terbuka dari luar garis tiga angka dan melakukan over-help dalam beberapa situasi yang sebenarnya tidak perlu, jadi itu menjadi salah satu faktor yang harus segera kami evaluasi.”

Pelatih asal Spanyol tersebut menyatakan seluruh pemain dan staf pelatih akan memaksimalkan waktu persiapan untuk meningkatkan koordinasi pertahanan serta pengambilan keputusan saat menghadapi tekanan lawan.

Dewa United dijadwalkan kembali menghadapi Pelita Jaya di Dewa United Arena pada Sabtu, dengan kemenangan menjadi syarat mutlak untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim kelima sekaligus menjaga peluang lolos ke final IBL 2026.

Penulis :
Aditya Yohan