HOME  ⁄  Olahraga

Erick Thohir Tegaskan 21 Cabang Olahraga Prioritas DBON Wajib Dipertandingkan pada PON 2028

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Erick Thohir Tegaskan 21 Cabang Olahraga Prioritas DBON Wajib Dipertandingkan pada PON 2028
Foto: Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan dalam konferensi pers seusai menggelar rapat konsolidasi dengan para gubernur dari daerah penyelenggara PON 2028 di jakarta, Selasa 23/6/2026 (sumber: ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan 21 cabang olahraga prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) wajib dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Jakarta sebagai daerah penyangga.

Penegasan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam konferensi pers usai rapat konsolidasi bersama para gubernur penyelenggara PON 2028 di Jakarta.

Erick meminta seluruh cabang olahraga unggulan Indonesia yang masuk dalam DBON terbaru dipastikan masuk dalam daftar pertandingan PON 2028.

"Kami meminta seluruh cabang olahraga unggulan Indonesia yang masuk dalam DBON terbaru dipastikan masuk dalam daftar pertandingan PON," ungkap Erick Thohir.

Cabang Prioritas DBON Jadi Fokus PON 2028

Ke-21 cabang olahraga prioritas DBON merupakan cabang unggulan Olimpiade yang meliputi atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai, bola basket 3x3, dayung, kano, tenis, anggar, gulat, dan equestrian.

Selain cabang Olimpiade, pemerintah juga memprioritaskan pencak silat sebagai cabang olahraga warisan budaya bangsa Indonesia.

Erick menjelaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga saat ini tengah melakukan pemetaan ulang prestasi olahraga Indonesia menuju berbagai ajang multievent internasional.

Ajang yang menjadi fokus pembinaan meliputi SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Menurut Erick, persiapan atlet menuju kompetisi internasional harus selaras dengan pelaksanaan PON sebagai ajang multievent nasional.

Tak Bangun Arena Baru dan Perkuat Koordinasi

Kemenpora akan menggelar pertemuan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyesuaikan cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028 dengan tetap memprioritaskan cabang yang masuk DBON.

Erick berharap KONI dapat menegakkan aturan secara konsisten, termasuk terkait penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan, perpindahan atlet antardaerah, serta standar dan tolok ukur penyelenggaraan yang jelas.

Pemerintah juga memutuskan tidak akan membangun arena olahraga baru untuk PON 2028.

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan efisiensi penggunaan anggaran dan optimalisasi fasilitas olahraga yang telah tersedia.

Pemerintah berharap daerah penyelenggara melakukan renovasi arena yang diperlukan serta perbaikan fasilitas olahraga yang sudah ada.

Kemenpora akan menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri guna memastikan kesiapan penyelenggaraan PON 2028.

Hasil koordinasi lintas kementerian tersebut akan dilaporkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pemerintah menargetkan seluruh persiapan dan pelaksanaan PON 2028 dapat berjalan baik, lancar, dan sesuai harapan pemerintah serta masyarakat.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Taufik Hidayat, Lalu Muhammad Iqbal, Emanuel Melkiades Laka Lena, Pramono Anung Wibowo, dan Lalu Hadrian Irfani.

Penulis :
Shila Glorya