HOME  ⁄  Olahraga

Jannik Sinner Cetak 100 Kemenangan Grand Slam usai Pertahankan Gelar Wimbledon 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jannik Sinner Cetak 100 Kemenangan Grand Slam usai Pertahankan Gelar Wimbledon 2026
Foto: (Sumber :Petenis Italia Jannik Sinner bereaksi setelah mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev pada babak final Wimbledon di Centre Court All England Club, London, Inggris, Minggu (12/7/2026). Wimbledon.)

Pantau - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mencatat kemenangan ke-100 di ajang Grand Slam setelah mempertahankan gelar Wimbledon 2026 dengan mengalahkan Alexander Zverev pada partai final yang berlangsung Senin WIB.

Sinner Masuk Daftar Elit Petenis Aktif

Kemenangan tersebut menjadikan petenis Italia berusia 24 tahun itu sebagai pemain aktif kedelapan yang berhasil mencapai 100 kemenangan di turnamen Grand Slam.

Sinner kini bergabung dengan Novak Djokovic yang telah mengoleksi 409 kemenangan Grand Slam, Stan Wawrinka 160 kemenangan, Marin Cilic 143 kemenangan, Alexander Zverev 131 kemenangan, Gael Monfils 130 kemenangan, Kei Nishikori 104 kemenangan, dan Grigor Dimitrov 103 kemenangan.

Hingga usai Wimbledon 2026, Sinner membukukan rekor 100 kemenangan dan 22 kekalahan di Grand Slam dengan persentase kemenangan mencapai 82 persen.

Di antara para pemain aktif yang telah menembus 100 kemenangan Grand Slam, hanya Novak Djokovic yang memiliki persentase kemenangan lebih tinggi, yakni 87,6 persen.

Dominasi Sinner Berlanjut Sejak 2024

Sejak meraih kemenangan Grand Slam ke-39 pada Australian Open 2024, Sinner mencatatkan 62 kemenangan dan hanya enam kekalahan dengan tingkat kemenangan mencapai 91,2 persen.

Selama periode tersebut, kekalahannya hanya terjadi saat menghadapi Carlos Alcaraz, Daniil Medvedev, Novak Djokovic, dan Juan Manuel Cerundolo.

Kemenangan pertama Sinner di Grand Slam diraih pada Australian Open 2020 saat mengalahkan Max Purcell.

Awal bulan ini, Sinner juga memecahkan rekor sebagai petenis putra Italia dengan kemenangan Grand Slam terbanyak setelah mencatat kemenangan ke-95 usai mengalahkan Nuno Borges pada babak kedua Wimbledon.

Ben Shelton menjadi lawan yang paling sering dikalahkan Sinner di Grand Slam dengan empat kemenangan, yakni di Wimbledon 2024, Australian Open 2025, Wimbledon 2025, dan Australian Open 2026.

Unggul dalam Perburuan Big Titles

Gelar Wimbledon 2026 menjadi Big Title ke-17 bagi Sinner yang merupakan gabungan gelar Grand Slam, ATP Finals, ATP Masters 1000, dan medali emas tunggal Olimpiade.

Carlos Alcaraz kini mengoleksi 15 Big Titles setelah sebelumnya sempat unggul 15-11 usai menjuarai Australian Open 2026.

Trofi Wimbledon juga menjadi gelar Grand Slam kelima sepanjang karier Sinner, dengan seluruhnya diraih sejak awal musim 2024.

Pada musim 2026, Sinner mencetak sejarah sebagai petenis pertama yang menjuarai lima turnamen ATP Masters 1000 pertama dalam satu musim sejak format tersebut diperkenalkan pada 1990, yakni di Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma.

Gelar di Roma sekaligus melengkapi pencapaian Sinner meraih Career Golden Masters.

Penulis :
Ahmad Yusuf