HOME  ⁄  Olahraga

Tim Selancar Indonesia Siapkan Adaptasi Ombak Jepang untuk Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tim Selancar Indonesia Siapkan Adaptasi Ombak Jepang untuk Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Foto: Foto: Peselancar Indonesia I Made Ariyana beraksi saat kompetisi Manokwari Pro World Surf League QS2000 di Pantai Petrus Kafiar Amban, Manokwari, Papua Barat, Kamis (27/11/2025). (Sumber: ANTARA FOTO/Chairil Indra)

Pantau - Pelatih tim nasional selancar Indonesia Dylan Amar menyebut adaptasi terhadap karakter ombak di Jepang menjadi faktor penting untuk mendukung performa atlet Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Dylan mengatakan kondisi ombak menjadi tantangan utama bagi para peselancar Indonesia sehingga tim melakukan latihan di sejumlah pantai di Bali yang memiliki karakteristik serupa dengan lokasi pertandingan di Jepang.

Ia mengungkapkan, "Karena di surfing ombak sangat menentukan, persiapan untuk latihan kita menggunakan lapangan yang seperti di Jepang, yaitu Kuta, Legian, dan Canggu. Karena kemiripan kontur dasarnya."

Tim Selancar Fokus Latihan Teknik dan Fisik

Dylan menjelaskan olahraga selancar sangat bergantung pada kondisi ombak sehingga persiapan atlet diarahkan untuk menyesuaikan kemampuan dengan medan yang memiliki kemiripan dengan arena perlombaan.

Selain latihan teknik di laut, para atlet tim nasional surfing Indonesia juga menjalani program penguatan fisik secara rutin untuk meningkatkan kemampuan bertanding.

Latihan di laut dilakukan lima kali dalam sepekan untuk menganalisis karakter ombak sekaligus menerapkan strategi sesuai kondisi pertandingan.

Sementara latihan di pusat kebugaran dilakukan tiga kali dalam seminggu untuk meningkatkan kekuatan fisik dan fleksibilitas gerakan atlet.

Indonesia berencana menurunkan empat atlet pada cabang olahraga selancar Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang terdiri atas dua atlet putra dan dua atlet putri.

Indonesia Siap Bersaing dengan Jepang

Dylan menilai atlet Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan negara lain, termasuk Jepang yang menjadi tuan rumah pertandingan.

Menurutnya, kemampuan teknik Indonesia dan Jepang berada pada level yang relatif sama.

Ia mengatakan, "Secara di atas kertas skill kita sama, maksudnya Jepang dan Indonesia ini sama. Karena beberapa kali kita sudah kalahkan Jepang, seperti di Maldives kita kalahkan Jepang. Di India kemarin kita kalahkan Jepang."

Meski memiliki kemampuan setara, Dylan menyebut Jepang memiliki keuntungan sebagai tuan rumah karena lebih memahami karakter ombak di lokasi pertandingan.

Ia mengatakan, "Jadi memang keuntungan dia, dia paham dengan pantai dia. Karena mereka sudah latihan terus. Itu saja yang tantangan kita untuk melawan tuan rumah."

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Dylan berharap tim selancar Indonesia dapat berangkat lebih awal ke Jepang agar memiliki waktu tambahan mempelajari kondisi arena pertandingan.

Ia mengungkapkan, "Makanya persiapan kita kalau bisa dapat lebih panjang di Jepang itu akan menguntungkan kita. Untuk mempelajari karakter ombak di sana."

Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu mengatakan akan mengupayakan permintaan tim selancar agar atlet dapat tampil maksimal.

Todotua mengatakan, "Kita akan mengusahakan itu, karena memang harapannya kita mau juga para atlet yang apa namanya, yang akan bertanding itu memang benar-benar bisa seoptimal mungkin, kalau memang dimungkinkan mereka bisa beberapa hari datang lebih awal, sehingga mereka bisa beradaptasi."

Persiapan tim nasional surfing Indonesia dilakukan dengan fokus pada adaptasi ombak, peningkatan kemampuan teknik, penguatan fisik, serta strategi menghadapi Jepang pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Penulis :
Arian Mesa