
Pantau - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendukung transformasi olahraga di Sumatera Utara menjadi industri yang mandiri, profesional, dan berdaya saing guna memperkuat ekosistem olahraga serta mendorong lahirnya atlet berprestasi.
Dukungan tersebut disampaikan Bobby setelah membahas rencana strategis pengelolaan dan pengembangan olahraga menjadi industri di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis, 13 Agustus 2026.
"Langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem olahraga, dan sekaligus mendukung pembentukan atlet-atlet berprestasi di Sumut," ungkap Bobby.
Fasilitas Olahraga Jadi Modal Pengembangan Industri
Menurut Bobby, ketersediaan fasilitas olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan industri olahraga di Sumatera Utara.
Sumatera Utara telah memiliki sejumlah sarana dan prasarana olahraga yang memadai, bahkan beberapa di antaranya berstandar internasional.
Keberadaan fasilitas tersebut antara lain didukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang membuat sarana dan prasarana olahraga di Sumatera Utara semakin memadai.
Namun, Bobby menilai berbagai fasilitas tersebut perlu diikuti sistem pengelolaan yang maksimal, terutama dalam aspek pemeliharaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena itu memandang perlu adanya desain atau rencana besar agar transformasi olahraga menjadi industri dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Bobby menilai olahraga memiliki potensi besar karena banyak masyarakat ingin menyaksikan kegiatan olahraga maupun terlibat langsung sebagai pemain dan atlet.
"Banyak orang yang mau melihat, dan banyak juga yang mau bermain, terutama seluruh atlet. Tetapi bagaimana banyak juga berkontribusi memajukan olahraga. Caranya adalah bagaimana bidang ini bisa menghasilkan pemasukan," ungkap Bobby.
Menurut Bobby, tantangan berikutnya adalah menciptakan mekanisme yang memungkinkan semakin banyak pihak berkontribusi terhadap kemajuan olahraga, termasuk menjadikan sektor tersebut mampu menghasilkan pemasukan.
Ia juga menginginkan setiap kegiatan yang diselenggarakan di fasilitas olahraga dapat memberikan keuntungan sekaligus menghasilkan pemasukan bagi daerah.
"Tentu ini satu langkah yang bagus, setiap kegiatan mendatangkan keuntungan dan pemasukan bagi daerah. Jadi harus ada rencana besar, bukan hanya untuk kegiatan tertentu," kata Bobby.
Pengelolaan Kawasan Olahraga Dirancang melalui BLUD
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara Mahfullah P Daulay menjelaskan pengelolaan kawasan olahraga direncanakan diberikan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Menurut Mahfullah, pola pengelolaan melalui BLUD memiliki sejumlah kelebihan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan hingga optimalisasi aset olahraga.
"Jadi dengan pengelolaan oleh BLUD nanti, kelebihannya seperti peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi aset, dan juga bisa mengelola pendapatan secara mandiri," ungkap Mahfullah.
Pengelolaan melalui BLUD juga diharapkan mendorong berbagai inovasi pelayanan, termasuk melalui digitalisasi dan penerapan model bisnis yang tetap berorientasi pada pelayanan publik.
Pendapatan dari pengelolaan kawasan olahraga oleh BLUD nantinya akan dialokasikan untuk bantuan hibah dalam urusan kepemudaan dan keolahragaan.
Dana tersebut antara lain diarahkan untuk pembinaan atlet serta pengembangan komunitas olahraga di Sumatera Utara.
Dengan konsep tersebut, pengelolaan fasilitas olahraga tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap pengembangan olahraga dan peningkatan prestasi atlet Sumatera Utara.
Mahfullah menegaskan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak terkait diperlukan untuk mewujudkan industri olahraga yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
"Untuk mewujudkan target tersebut diperlukan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak terkait, sehingga transformasi olahraga menjadi industri bisa berjalan secara optimal," ungkap Mahfullah.
- Penulis :
- Arian Mesa



