HOME  ⁄  Olahraga

Bimo/Arlya Tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Bahan Evaluasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bimo/Arlya Tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Bahan Evaluasi
Foto: Ganda campuran Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran saat melawan pasangan Jepang Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, Rabu 19/8/2026 (sumber: PBSI)

Pantau - Ganda campuran Indonesia Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran menjadikan konsistensi fokus dan kekuatan mental sebagai bahan evaluasi setelah tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India.

Langkah Bimo/Arlya terhenti pada babak 32 besar setelah kalah dari unggulan ke-13 asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, Rabu (19/8/2026).

Bimo/Arlya harus mengakui keunggulan pasangan Jepang tersebut dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 16-21.

Fokus Naik Turun di Poin Kritis

Bimo menilai salah satu masalah yang mereka alami sepanjang pertandingan adalah tingkat fokus yang masih naik turun.

Konsentrasi Bimo/Arlya beberapa kali hilang ketika sedang berada dalam posisi unggul maupun saat pertandingan memasuki situasi poin ketat.

"Sepanjang pertandingan fokus kami masih naik turun. Ketika sudah unggul atau berada dalam situasi poin ketat, konsentrasi kami beberapa kali hilang," ungkap Bimo.

Meski kalah dalam dua gim langsung, Bimo menilai pola permainan mereka sebenarnya masih mampu mengimbangi Yuichi/Sayaka.

Karena itu, kestabilan permainan menjadi salah satu pekerjaan yang perlu ditingkatkan, terutama ketika pertandingan memasuki momen penting.

"Dari sisi pola permainan, kami merasa masih mampu mengimbangi mereka. Namun, kami perlu lebih konsisten dalam menjaga pikiran dan mental selama pertandingan," kata Bimo.

Selain mengevaluasi pola permainan, Bimo/Arlya akan memberikan perhatian lebih besar terhadap kemampuan mempertahankan fokus dan kondisi mental sepanjang pertandingan.

Arlya Soroti Mental dan Kekuatan Tangan

Arlya menilai pengalaman tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2026 memberikan banyak pelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas permainan mereka.

Salah satu pelajaran utama adalah menjaga fokus secara konsisten sepanjang pertandingan, termasuk ketika menghadapi poin kritis dan berusaha mempertahankan keunggulan.

"Kami mendapat banyak pelajaran, terutama tentang menjaga fokus, menghadapi poin-poin kritis, dan mempertahankan keunggulan," ungkap Arlya.

Selain aspek mental dan pengambilan keputusan, Arlya menilai kemampuan fisik mereka masih perlu ditingkatkan untuk mendukung kualitas permainan.

Kekuatan tangan menjadi salah satu aspek fisik yang mendapat perhatian untuk ditingkatkan menjelang pertandingan berikutnya.

"Kami juga perlu menambah kekuatan tangan agar permainan kami bisa lebih baik ke depan," kata Arlya.

Perjalanan Bimo/Arlya Berakhir di Babak 32 Besar

Kekalahan dari Yuichi/Sayaka sekaligus mengakhiri perjalanan Bimo/Arlya pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Sebelumnya, Bimo/Arlya berhasil melewati pertandingan babak pertama dengan mengalahkan pasangan Prancis Julien Maio/Lea Palermo.

Bimo/Arlya harus melalui pertandingan tiga gim sebelum meraih kemenangan 21-12, 13-21, dan 22-20 atas pasangan Prancis tersebut.

Hasil di Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi bahan evaluasi bagi Bimo/Arlya untuk meningkatkan konsistensi fokus, kekuatan mental, kemampuan menghadapi poin kritis, mempertahankan keunggulan, serta meningkatkan kekuatan fisik untuk pertandingan berikutnya.

Penulis :
Arian Mesa