
Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong setiap sekolah tingkat SD dan SMP memiliki setidaknya satu pelatih pencak silat untuk memperluas pembinaan sekaligus menjadikan bela diri asli Indonesia tersebut sebagai gerakan nasional.
Erick menilai keberadaan pelatih di setiap sekolah akan membuka ruang pengenalan dan pembinaan pencak silat secara luas kepada generasi muda di seluruh Indonesia.
"Kalau masing-masing SD dan SMP itu punya satu pelatih pencak silat, itu bisa jadi gerakan nasional," kata Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam acara pengukuhan dan pelantikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026–2030, Sugiono, beserta jajaran pengurus.
Manfaatkan Program yang Menjangkau 241 Ribu Sekolah
Menurut Erick, upaya menjadikan pencak silat sebagai gerakan nasional dapat diwujudkan apabila terdapat kemauan dan komitmen bersama dari pemerintah, sekolah, organisasi olahraga, serta masyarakat.
Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah memanfaatkan program kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kerja sama tersebut dijalankan melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang mencakup sekitar 241 ribu sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia.
Erick melihat banyaknya sekolah yang tercakup dalam program tersebut sebagai potensi untuk mengampanyekan pencak silat sebagai gerakan nasional secara masif.
"Bayangkan 241 ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia kalau bisa mengampanyekan gerakan nasional pencak silat, pasti sangat maksimal," katanya.
Erick juga menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mengerti, mencintai, dan menjalankan kebudayaan serta tradisinya secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Erick menilai pencak silat memiliki peranan penting karena merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia.
Ia menegaskan pencak silat perlu terlebih dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sebelum didorong berkembang semakin luas di tingkat internasional.
"Jadi pencak silat harus jadi napas dan gerakan nasional sebelum ke internasional," katanya.
Erick Dorong Pencak Silat Jadi Bela Diri Wajib TNI-Polri
Selain melalui sekolah, Erick mendorong keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperluas penerapan pencak silat.
Menpora mendorong jajaran TNI dan Polri menjadikan pencak silat sebagai salah satu bela diri wajib sekaligus bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai bela negara.
Menurut Erick, komitmen pimpinan TNI dan Polri diperlukan untuk semakin meningkatkan pembinaan dan pemanfaatan pencak silat di lingkungan kedua institusi tersebut.
Pencak silat dalam hal ini tidak hanya dipandang sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai bagian dari kebudayaan dan identitas bangsa Indonesia.
Dengan keterlibatan sekolah, TNI, Polri, organisasi olahraga, dan berbagai elemen masyarakat, Erick berharap pencak silat semakin dikenal serta dipraktikkan secara luas.
Pencak silat diharapkan tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan identitas masyarakat Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya




