
Pantau - Tim nasional esports Indonesia menjadwalkan uji tanding dan pemusatan latihan internasional di Shanghai, China, serta Jepang sebagai persiapan akhir menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana mengatakan program internasional tersebut disiapkan bagi sejumlah nomor yang masih membutuhkan tambahan pengalaman sebelum tampil di Asian Games.
"Beberapa atlet kita kirim ke Shanghai untuk international training camp sebentar saja. Di Shanghai itu untuk nomor Naraka sama Identity V," ujar Richard kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Richard mengatakan agenda di Shanghai diupayakan berlangsung dalam waktu dekat, tetapi pelaksanaannya masih mempertimbangkan kondisi penerbangan dan kemungkinan penyesuaian di lapangan.
"Kalau bisa minggu ini. Tapi kan ada kendala pesawatnya. Terus kemungkinan juga ada adaptasi di lapangan," kata Richard.
Selain Naraka dan Identity V, tim nasional Pokemon juga berpeluang menjalani pemusatan latihan singkat di Jepang.
"Bisa jadi juga timnas Pokemon short training camp ke Jepang," ungkap Richard.
Delapan Nomor Jalani Persiapan Berbeda
Program latihan di luar negeri menjadi bagian dari evaluasi kesiapan delapan nomor esports yang akan diikuti Indonesia pada Asian Games 2026.
Richard menjelaskan setiap nomor memiliki tingkat kesiapan berbeda sehingga pola latihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tim.
Tim Honor of Kings (HOK) dinilai telah siap menghadapi pertandingan, sedangkan persiapan Mobile Legends juga semakin matang.
Tim Gran Turismo terus menjalani conditioning dan latihan internal melalui kompetisi tertutup setelah regulasi mengenai mobil dan sirkuit pertandingan semakin jelas.
Tim eFootball juga terus menjalani uji tanding dan dinilai memiliki kesiapan di atas rata-rata karena para atlet telah mengikuti banyak pertandingan persiapan.
"eFootball, kita terus siap-siap. Di atas rata-rata lah harusnya karena banyaknya tryout yang dijalani atlet," ujar Richard.
PUBG Mobile Masih Hadapi Kendala Persiapan
Tim PUBG Mobile masih memiliki pekerjaan rumah karena padatnya jadwal kompetisi membuat waktu persiapan menuju Asian Games menjadi lebih terbatas.
"PUBG Mobile, kita masih ada kendala jadwal kompetisi yang begitu hectic, sehingga persiapan kita masih kurang," kata Richard.
Timnas esports Indonesia juga terus berkoordinasi dengan tim Chief de Mission (CDM) dan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) terkait keberangkatan para atlet serta kemungkinan perubahan agenda apabila terjadi kendala perjalanan.
"Kita koordinasi terus sama tim CDM, sama NOC juga. Hopefully worst case scenario tidak terjadi," ujar Richard.
Jika agenda berjalan sesuai rencana, tim Naraka dan Identity V akan kembali ke Indonesia setelah menjalani latihan di Shanghai sebelum berangkat bersama menuju Jepang, sedangkan tim Pokemon dapat langsung menuju Nagoya untuk mengikuti Asian Games.
- Penulis :
- Aditya Yohan




