HOME  ⁄  Olahraga

Elena Rybakina Taklukkan Sabalenka dalam Tiga Set dan Rebut Gelar US Open 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Elena Rybakina Taklukkan Sabalenka dalam Tiga Set dan Rebut Gelar US Open 2026
Foto: Petenis Kazakhstan Elena Rybakina berpose dengan trofi US Open 2026 seusai mengalahkan Aryna Sabalenka pada final tunggal putri turnamen Grand Slam tersebut di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Seikat, Sabtu (12/9/2026). (US Open)

Pantau - Petenis Kazakhstan Elena Rybakina menjuarai tunggal putri US Open 2026 setelah mengalahkan Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 5-7, 6-2 dalam pertandingan final di Arthur Ashe Stadium, New York, Minggu WIB.

Rybakina membutuhkan waktu dua jam 21 menit untuk menghentikan Sabalenka yang sebelumnya mencapai final US Open dalam empat edisi secara beruntun.

“Sulit menemukan kata-kata sekarang. Sejujurnya, saya tidak menyangka akan seperti ini. Saya sempat mengalami sedikit cedera, tetapi entah bagaimana semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Saya datang ke sini selama 10 tahun terakhir dan tidak pernah berhasil. Ini luar biasa,” kata Rybakina dalam seremoni penyerahan trofi.

Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan pencapaian Rybakina yang sebelum final telah mengambil alih peringkat satu dunia dari Sabalenka setelah petenis tersebut menguasai posisi puncak selama 99 pekan.

Rybakina juga menjadi petenis putri ketiga sejak 2000 yang mampu menjuarai Australian Open dan US Open pada tahun yang sama setelah Angelique Kerber pada 2016 dan Sabalenka pada 2024.

Rybakina Menang setelah Duel Sengit Tiga Set

Rybakina langsung bermain agresif pada set pertama dengan mematahkan servis Sabalenka untuk memimpin 3-2 sebelum mempertahankan keunggulan dan menutup set dengan skor 6-4.

Kemenangan pada set pembuka diraih Rybakina meski persentase keberhasilan servis pertamanya hanya mencapai 27 persen.

Rybakina meningkatkan persentase servis pertamanya menjadi 61 persen pada set kedua, tetapi gagal memanfaatkan dua peluang break point untuk memperbesar tekanan terhadap Sabalenka.

Sabalenka kemudian bangkit dan mematahkan servis Rybakina pada gim ke-12 untuk merebut set kedua dengan skor 7-5 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Rybakina kembali mengambil kendali pertandingan pada set ketiga dengan melakukan break untuk memimpin 2-1.

Petenis berusia 27 tahun itu kembali mematahkan servis Sabalenka hingga unggul 5-2 sebelum menutup pertandingan melalui ace ke-12.

Kemenangan tersebut memastikan Rybakina meraih gelar US Open pertamanya sekaligus menghentikan peluang Sabalenka menjadi juara turnamen itu untuk ketiga kalinya secara beruntun.

“Besok pagi akan terasa sangat berbeda ketika bangun dan tahu bahwa saya baru saja memenangi US Open dan mencapai peringkat nomor satu dunia,” ujar Rybakina.

Rybakina Tambah Koleksi Gelar Grand Slam

Gelar US Open menjadi trofi ketiga Rybakina sepanjang 2026 dan gelar ke-14 dalam karier profesionalnya.

Pada Januari 2026, Rybakina juga menjuarai Australian Open dengan mengalahkan Sabalenka dalam pertandingan perebutan gelar.

Keberhasilan di New York membuat Rybakina kini hanya membutuhkan gelar Roland Garros untuk melengkapi koleksi empat turnamen utama atau Career Slam.

Rybakina datang ke US Open dengan kondisi yang sempat diragukan setelah mundur dari pertandingan perempat final Cincinnati ketika menghadapi Iga Swiatek akibat cedera.

Namun, Rybakina mampu menjaga penampilannya di New York dengan mengalahkan unggulan ke-13 Naomi Osaka pada babak keempat tanpa kehilangan satu set.

Rybakina kemudian bangkit dari ketertinggalan satu set dalam dua pertandingan berikutnya untuk menyingkirkan Zheng Qinwen dan unggulan keempat Coco Gauff sebelum mencapai final.

Kemenangan Rybakina Catatkan Sejarah Baru

Hasil tersebut membuat Rybakina menjadi petenis putri pertama sejak Serena Williams pada 2002 yang mampu mengalahkan juara bertahan tunggal putri dalam pertandingan final US Open.

Rybakina juga menjadi petenis pertama yang mengalahkan petenis nomor satu dunia pada final US Open sejak Serena Williams menundukkan Victoria Azarenka pada 2012.

Bagi Sabalenka, kekalahan tersebut membuatnya untuk pertama kali sejak 2022 mengakhiri satu musim tanpa memenangi gelar Grand Slam.

Sabalenka juga gagal menjadi petenis putri keenam yang mampu mempertahankan posisi nomor satu dunia selama 100 pekan secara beruntun.

“Secara keseluruhan, saya harus bahagia dengan level permainan yang saya tunjukkan. Ada banyak hal yang bisa saya ambil dari turnamen ini,” kata Sabalenka.

Sabalenka mengatakan pengalaman dari kekalahan tersebut akan menjadi motivasi untuk meningkatkan permainannya pada musim berikutnya.

“Seperti yang ditunjukkan pengalaman, saya selalu kembali lebih kuat. Semua pelajaran musim ini sudah membuat saya lebih kuat. Ini pasti akan memotivasi saya untuk bekerja lebih baik tahun depan,” ujar Sabalenka.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026