
Pantau - Kontingen Indonesia memberikan kejutan menjelang pembukaan resmi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah dua wakil Merah Putih dari pentathlon dan teqball memastikan tempat di pertandingan final.
Caroline Bangun pada nomor tunggal putri pentathlon dan Sumaya pada nomor tunggal putri teqball membuka peluang Indonesia memperoleh medali pada pekan pertama pesta olahraga multicabang terbesar di Asia tersebut.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu menyebut pentathlon dan teqball berpeluang menjadi penyumbang medali emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.
"Ada dua cabang olahraga kita yang masuk final, pertama woman pentathlon. Tadi pagi, teqball tunggal putri juga masuk ke final," ungkap Todotua.
Pentathlon dan Teqball Beri Kejutan
Keberhasilan Caroline dan Sumaya menjadi kejutan karena pentathlon dan teqball sebelumnya tidak masuk dalam proyeksi target medali Indonesia pada Asian Games 2026.
Meski tidak diperhitungkan dalam proyeksi medali, kedua nomor tersebut justru menghasilkan capaian tidak terduga dengan mengantarkan wakil Indonesia ke partai final.
Todotua berharap pencapaian Caroline dan Sumaya dapat memotivasi atlet Indonesia dari cabang olahraga lainnya untuk memberikan kejutan serupa dan melampaui target medali yang telah ditetapkan.
"Harapan kami, capaian mereka bisa menjadi semangat bagi cabang-cabang lain, bisa memberikan kejutan lain dan melebihi target medali. Tanggal 20 (September), semoga bisa menjadi medali emas pertama kita," kata Todotua.
Caroline Kumpulkan 1.351 Poin
Caroline Bangun memastikan tempat di partai puncak pentathlon setelah menyelesaikan empat perlombaan pada Kamis, 17 September.
Dari empat perlombaan tersebut, Caroline mengumpulkan total 1.351 poin untuk memastikan langkahnya menuju pertandingan final.
Hasil tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan medali dari pentathlon yang sebelumnya tidak masuk dalam proyeksi target medali.
Sumaya Menang Dramatis dalam Tiga Set
Sumaya mengikuti keberhasilan Caroline dengan memastikan tiket ke final nomor tunggal putri teqball pada Sabtu, 19 September.
Sumaya melaju ke partai puncak setelah mengalahkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, pada pertandingan semifinal.
Dalam laga tersebut, Sumaya menang melalui pertarungan tiga set dengan skor 7-12, 12-9, dan 12-7.
Sumaya sempat kehilangan set pertama dengan skor 7-12 sebelum bangkit untuk merebut set kedua 12-9.
Momentum tersebut berlanjut pada set penentuan saat Sumaya mengunci kemenangan dengan skor 12-7 sekaligus memastikan tiket ke final.
Keberhasilan Caroline Bangun dan Sumaya membuat Indonesia memiliki peluang meraih medali dari dua cabang olahraga yang sebelumnya tidak masuk dalam proyeksi target medali Asian Games 2026.
- Penulis :
- Shila Glorya




