
Pantau - Atlet wushu Indonesia Seraf Naro Siregar meraih medali perunggu nomor changquan putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menjalani pemulihan cedera pada kedua kakinya selama sekitar satu setengah bulan menjelang pertandingan.
Naro mencatatkan skor 9,720 dalam pertandingan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Aichi, Jepang, Minggu (20/9/2026), sekaligus mempersembahkan medali pertama bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2026.
Medali emas diraih atlet Makau Chi Hin Kuong dengan skor 9,723, sedangkan medali perak menjadi milik Chi Kuan Song yang mencatatkan skor 9,720.
“Saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia. Persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat dan penilaiannya juga sangat dekat,” ungkap Naro.
Cedera Dua Kaki Ganggu Persiapan Naro
Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, Naro mengalami cedera meniskus pada kaki kiri dan tendon patela pada kaki kanan yang mengganggu persiapannya menuju Asian Games.
Cedera tersebut menjadi kendala karena nomor changquan mengharuskan atlet melakukan berbagai gerakan lompatan dan pendaratan dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Memang tidak parah, tetapi cukup mengganggu karena ada rasa nyerinya. Ketika saya mencoba melompat seperti biasa, ada trigger point dan rasa nyeri itu muncul. Otomatis otak mengirim sinyal ke otot untuk pindah ke tempat yang tidak sakit,” kata Naro seusai pertandingan.
Kondisi itu membuat intensitas latihan teknik Naro yang dalam keadaan normal dapat mencapai sekitar 10 kali dalam sepekan harus dikurangi secara signifikan.
“Kalau latihan sedikit saja, kaki sudah kencang. Kaki sudah tidak bisa buat lompat, kaki sudah tidak ada tenaga,” ujar Naro.
Program Pemulihan Jadi Fokus Persiapan
Tim pelatih kemudian mengubah program persiapan dengan lebih banyak memberikan latihan penguatan dan terapi untuk membantu pemulihan kondisi kedua kaki Naro.
Naro menjalani sejumlah metode pemulihan, mulai dari latihan penguatan, terapi tusuk jarum, hingga shockwave therapy secara rutin.
Kondisi cedera membuat Naro hanya mampu menjalani latihan teknik sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan menjelang pertandingan.
Naro juga mengapresiasi dukungan tim pelatih dan pendamping yang menyesuaikan program latihan dengan kondisi fisiknya selama proses pemulihan.
“Terima kasih atas segala pengertiannya. Mereka membantu saya banyak, terutama dalam menyesuaikan program latihan dengan kondisi kaki saya,” kata Naro.
- Penulis :
- Gerry Eka




