
Pantau - Pulau Jawa dan Bali masih menjadi pusat pertumbuhan atlet bola basket usia dini di Indonesia seiring berkembangnya pembinaan yang menekankan kemampuan individu, pembentukan karakter, edukasi nutrisi, dan pengalaman bermain.
Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri mengatakan sejumlah kota di Pulau Jawa dan Bali masih konsisten melahirkan pemain muda, meski potensi dari daerah lain mulai menunjukkan perkembangan.
"Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah daerah di Jawa hingga Bali konsisten melahirkan pemain muda namun potensi daerah lain juga menunjukkan pertumbuhan," kata Dimaz, Minggu (20/9/2026).
Dimaz menilai pembinaan pemain usia dini tidak seharusnya menjadikan hasil pertandingan sebagai ukuran utama keberhasilan.
"Yang paling penting karena di usia dini itu memang belum saatnya mereka berkompetisi dan bahkan menjadi beban," ujar legenda Indonesia Basketball League (IBL) berjuluk "Raja Steal" tersebut.
Pembinaan Fokus pada Teknik Dasar dan Karakter
DBL Academy saat ini memiliki empat cabang yang terdiri atas dua cabang di Surabaya serta masing-masing satu di Yogyakarta dan Jakarta.
Kurikulum pembinaan tidak hanya berfokus pada teknik bermain bola basket, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan edukasi nutrisi.
Pendekatan mini basketball diterapkan kepada kelompok usia lima hingga 12 tahun dengan tidak menampilkan skor dalam latihan dan pertandingan.
Metode tersebut diterapkan agar anak-anak dapat menikmati permainan tanpa dibebani tekanan kemenangan maupun kekalahan.
Pembinaan juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan individu sebagai pelengkap latihan di klub yang umumnya lebih berorientasi pada permainan tim.
Materi passing, dribble, shooting, dan body movement menjadi fondasi yang diberikan sebelum pemain memasuki tahapan kompetisi lebih tinggi.
Kemampuan dasar bergerak seperti berlari, melompat, dan koordinasi tubuh juga dilatih sejak awal untuk membangun keterampilan teknis dan kesiapan fisik.
Dimaz sebagai Basketball Director bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan di seluruh cabang DBL Academy sekaligus memberikan arahan kepada pelatih mengenai metode latihan sesuai karakter peserta.
Sejumlah alumni akademi tersebut disebut telah berprestasi pada turnamen tingkat SMP dan SMA hingga masuk tim nasional, termasuk Inez Angelina Welly dan Praisey Blessed.
Kompetisi Berjenjang Jadi Wadah Pengembangan
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Ratana Arya mengatakan berbagai kejuaraan dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus menambah pengalaman bertanding pemain muda.
Menurut Ratana, pengembangan bola basket perlu berlanjut dari proses latihan menuju keikutsertaan dalam turnamen atau kompetisi berjenjang yang berkualitas.
"Setiap penyelenggaraan kejuaraan akan menjadi wadah untuk pembinaan dan pengembangan bola basket kelompok usia," ujar dia.
Kompetisi yang diselenggarakan DPP Perbasi maupun pihak swasta memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk mengembangkan mental dan teknik bermain.
Ajang seperti DBL Indonesia, High School Basketball Championship (HSBC) 2026, serta berbagai kompetisi lainnya menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bola basket nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




