HOME  ⁄  Olahraga

Kemenpora Kebut Industri Olahraga untuk Pacu Ekonomi pada Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpora Kebut Industri Olahraga untuk Pacu Ekonomi pada Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Foto: (Sumber :Peserta berlari saat Borobudur Marathon 2025 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah Minggu (16/11/2025). Lomba lari internasional bertajuk Stride to Glory tersebut diikuti sebanyak 11.500 peserta dari 38 negara dengan tiga kategori lomba yaitu marathon (42,195 kilometer), half marathon (21,1 kilometer) dan lari 10 kilometer dengan total hadiah mencapai Rp2,199 miliar. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/agr.)

Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan pembangunan industri olahraga terus dipercepat untuk mendorong perekonomian nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Industri olahraga kita terus dikebut dan bergerak maju. Sekarang banyak sekali event olahraga yang dampaknya menggerakkan berbagai sektor industri di masyarakat," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora Teuku Arlan Perkasa Lukman di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Arlan mengatakan pemerintah menempatkan industri olahraga sebagai salah satu sektor yang dapat berkontribusi dalam menggerakkan aktivitas perekonomian nasional.

Menurut dia, penyelenggaraan berbagai acara olahraga di daerah dapat meningkatkan aktivitas sektor usaha masyarakat.

Ajang Olahraga Gerakkan Transportasi hingga Kuliner

Arlan menjelaskan acara olahraga yang digelar antara lain berupa olahraga tontonan atau spectator sports seperti sepak bola, tenis, bola voli, dan bola basket.

Kehadiran penonton secara langsung dinilai dapat menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi, kuliner, hingga penginapan.

Selain disaksikan langsung di arena pertandingan, penyelenggaraan kompetisi olahraga juga dapat disiarkan melalui broadcasting sehingga turut membuka aktivitas ekonomi pada sektor tersebut.

Kemenpora juga mendorong kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara massal atau mass participating sports, salah satunya ajang lari.

Indonesia saat ini memiliki sejumlah ajang lari yang rutin diselenggarakan setiap tahun, antara lain Maybank Marathon di Bali, Bank Jateng Borobudur Marathon di Jawa Tengah, dan BTN Jakarta International Marathon di Jakarta.

Berbagai festival dan perlombaan lari lainnya juga diselenggarakan oleh badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta.

"Para pelari tentu membutuhkan kelengkapan baju, celana, topi dan lainnya. Belum lagi yang datang dari daerah lain harus menginap, menggunakan transportasi, makan minum, dan lainnya," katanya.

Kemenpora Jadikan ISS dan Merdeka Run Program Unggulan

Selain mendukung berbagai acara olahraga, Kemenpora telah menjalankan dua agenda besar dalam dua tahun terakhir, yakni Indonesia Sports Summit (ISS) dan Merdeka Run.

ISS menghadirkan berbagai kegiatan yang mempertemukan pemangku kepentingan olahraga sekaligus menyelenggarakan sejumlah perlombaan.

Sementara itu, Merdeka Run dinilai memberikan dampak ekonomi melalui mobilisasi peserta sebagaimana berbagai ajang lari lainnya.

"Jadi dua acara itu menjadi quick win kami sebagai show case untuk mendorong pertumbuhan industri olahraga," katanya.

Arlan mengatakan Kemenpora akan terus mendukung maupun menyelenggarakan berbagai acara olahraga untuk memperluas aktivitas usaha dan perekonomian masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026