
Pantau - Sebanyak 420 pecatur dari kelompok anak-anak hingga dewasa bersaing dalam Kejuaraan Daerah Catur Percasi DKI Jakarta untuk memperebutkan Piala Gubernur 2026 sekaligus membuka peluang lahirnya Grand Master baru.
Kejuaraan tersebut digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 3-4 Oktober 2026 dengan total hadiah mencapai Rp100 juta.
“Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur yang memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 diikuti total 420 pecatur, dari anak-anak hingga dewasa,” kata Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth.
“Ajang ini menyediakan total hadiah Rp100 juta bagi para pemenang,” tambahnya.
Kejurda Jadi Seleksi Menuju Kejurnas Catur 2026
Kejurda Catur DKI Jakarta menjadi ajang seleksi atlet yang akan mewakili ibu kota pada Kejuaraan Nasional Catur ke-51 di Banten pada 23-29 Oktober 2026.
Para pemenang Kejurda akan mendapatkan tiket mengikuti Kejurnas Catur 2026, sedangkan atlet yang lolos seleksi diharapkan memiliki KTP DKI Jakarta atau berdomisili di Jakarta.
"Semoga dari Kejurda ini kita bisa menemukan calon-calon juara yang kelak bisa mengharumkan nama DKI Jakarta di Kejurnas dan bahkan membawa nama Jakarta ke panggung lebih tinggi lagi," kata Hardiyanto.
DKI Jakarta berstatus sebagai juara bertahan setelah menjadi juara umum Kejurnas Catur 2025 di Mamuju dengan koleksi enam medali emas, dua perak, dan enam perunggu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah menilai semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin membuka peluang menemukan pecatur berprestasi.
"Insya Allah lewat ajang ini, nantinya akan lahir pecatur-pecatur handal,” kata Andri.
Percasi DKI Bidik Lahirnya Grand Master Baru
Percasi DKI berharap Kejurda tidak hanya menghasilkan atlet untuk menghadapi Kejurnas, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan pecatur yang berpeluang meraih gelar Grand Master pada masa mendatang.
Harapan tersebut menguat setelah pecatur muda DKI Jakarta Laysa berhasil meraih gelar Woman Grand Master (WGM) terbaru Indonesia.
Hardiyanto sebelumnya memberikan bonus pembinaan kepada Laysa setelah pencapaian tersebut.
“Saya sangat berbahagia satu atlet dari DKI Jakarta baru saja mengikuti Olimpiade Catur di Uzbekistan, dan langsung meraih gelar Woman Grand Master (WGM),” kata Hardiyanto.
Kejurda Catur DKI 2026 diharapkan menjadi pintu awal bagi munculnya pecatur-pecatur potensial yang mampu mempertahankan prestasi Jakarta di tingkat nasional hingga bersaing di panggung internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti




