
Pantau - Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mencatat lebih dari 350 rekor sepanjang penyelenggaraan pada 19 September hingga 4 Oktober di Jepang dengan lebih dari 50 di antaranya merupakan rekor dunia.
Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan tingginya persaingan dan performa para atlet Asia.
"Lebih dari 350 rekor telah dipecahkan, termasuk lebih dari 50 rekor dunia. Sebanyak 40 dari 45 NOC berhasil meraih medali. Ini adalah rekor Asian Games kita," kata Sheikh Joaan dalam upacara penutupan di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, Jepang, Minggu (4/10/2026).
Asian Games ke-20 tersebut juga diwarnai persaingan ketat hingga detik terakhir, kebangkitan para atlet, serta kemunculan bintang muda yang mulai membangun prestasi di tingkat Asia.
Menurut Sheikh Joaan, para atlet telah menunjukkan semangat kompetisi dan sportivitas meski harus menghadapi cedera serta berbagai tantangan dalam perjalanan menuju podium.
Atlet Indonesia Turut Pecahkan Rekor
Atlet angkat besi Indonesia Rahmat Erwin mencatat total angkatan 366 kilogram sekaligus menempatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram.
Atlet panjat tebing Desak Made juga mengukir rekor Asia pada nomor speed putri dengan catatan waktu 6,062 detik.
Tim bulu tangkis putra Indonesia mengakhiri penantian selama 28 tahun setelah mengalahkan China pada pertandingan final untuk merebut medali emas Asian Games.
Sejarah juga tercipta dari cabang panahan setelah Nurisa Dian Ashrifa menjadi atlet pertama yang mempersembahkan medali emas Asian Games bagi Indonesia dari cabang tersebut.
Indonesia Akhiri Asian Games di Peringkat Ke-16
Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di peringkat ke-16 klasemen akhir dengan mengumpulkan lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
China keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 169 medali emas, 89 perak, dan 83 perunggu.
Tuan rumah Jepang menempati peringkat kedua dengan raihan 83 medali emas, 95 perak, dan 91 perunggu.
- Penulis :
- Gerry Eka




