
Pantau - Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi berakhir setelah api pesta olahraga terbesar Asia tersebut dipadamkan pada Minggu malam, 4 Oktober 2026, seusai 16 hari kompetisi yang dimulai sejak 19 September.
"Api mungkin telah dipadamkan, tetapi harapan yang dinyalakannya akan terus berkobar di seluruh benua kita," demikian pesan yang mengiringi berakhirnya Asian Games 2026.
Nagoya menjadi saksi kemenangan, kekalahan, dan perjuangan para atlet dari berbagai negara dalam mengejar prestasi di panggung olahraga Asia.
Kontingen Indonesia menutup Asian Games 2026 di posisi ke-16 klasemen akhir dengan mengumpulkan 39 medali yang terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Nagoya Menjadi Pusat Perhelatan Olahraga Asia
Perjalanan peliputan tim wartawan di Nagoya dimulai dua hari sebelum Asian Games 2026 resmi dibuka.
Perjalanan dari Indonesia menuju Nagoya memakan waktu sekitar 12 jam dengan transit selama dua jam di Bandara Narita, Tokyo.
Nagoya pada awal kedatangan masih terasa relatif sepi meskipun ribuan atlet, ofisial, jurnalis, dan sukarelawan dari berbagai negara segera memadati kota tersebut.
Hari pertama penugasan dimulai dengan mengunjungi Main Media Center (MMC) sebelum perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Kinjo Pier untuk melihat kampung atlet terapung.
Kapal Pesiar Jadi Kampung Atlet Terapung
Penyelenggara menggunakan kapal pesiar Costa Serena sebagai salah satu akomodasi bagi atlet dan ofisial selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kapal tersebut tiba di Nagoya pada 15 September dan digunakan sebagai akomodasi hingga 6 Oktober 2026.
Costa Serena memiliki panjang 290,2 meter dengan bobot kotor 114.000 ton serta menyediakan sekitar 1.500 kabin.
Kapal tersebut dipersiapkan untuk menampung sekitar 4.000 atlet dan ofisial dalam satu waktu.
Hari-hari penyelenggaraan Asian Games kemudian diwarnai perjalanan dari satu stasiun menuju stasiun lainnya serta perpindahan antararena untuk mengikuti berbagai pertandingan.
Berakhirnya Asian Games 2026 sekaligus menutup rangkaian perjalanan olahraga selama 16 hari di Aichi-Nagoya yang meninggalkan berbagai cerita perjuangan dan prestasi para atlet Asia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




