HOME  ⁄  Olahraga

Indonesia Raih Lima Emas Asian Games 2026, Rekor Desak Made Jadi Modal Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Raih Lima Emas Asian Games 2026, Rekor Desak Made Jadi Modal Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
Foto: (Sumber :Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi turun usai menjadi yang tercepat pada final nomor speed putri Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (30/9/2026). Desak Made berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik, medali perak diraih atlet China Lijuan Deng dengan waktu 6,064 detik, dan medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Jimin Jeong dengan waktu 6,18 detik. ANTARA FOTO/Fauzan/agr.)

Pantau - Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang lima medali emas dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, melampaui target pemerintah sekaligus menjadi modal penting dalam persiapan menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.

Indonesia menutup Asian Games 2026 pada Minggu (4/10/2026) dengan menempati peringkat ke-16 klasemen akhir setelah mengumpulkan 39 medali yang terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Perolehan tersebut melampaui target empat medali emas yang sebelumnya ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Jumlah keseluruhan medali Indonesia juga meningkat dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022 yang menghasilkan 36 medali.

Pencapaian tersebut diraih meskipun tiga nomor penyumbang emas Indonesia pada Asian Games sebelumnya tidak lagi dipertandingkan, yakni menembak running target 10 meter putra, running target campuran, dan perahu naga 1.000 meter.

Desak Made Raih Emas Panjat Tebing dengan Selisih 0,002 Detik

Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi mencatatkan prestasi dengan meraih medali emas nomor speed putri pada Asian Games 2026.

Dalam pertandingan final di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Jepang, Rabu (30/9/2026), Desak Made mencatatkan waktu 6,062 detik.

Catatan tersebut hanya unggul 0,002 detik atas atlet China Deng Lijuan yang menyelesaikan perlombaan dalam waktu 6,064 detik.

Sementara itu, atlet Korea Selatan Jimin Jeong meraih medali perunggu dengan catatan waktu 6,18 detik.

Selain memastikan medali emas, Desak Made juga berhasil memperbarui rekor Asian Games dan rekor Asia atas namanya sendiri.

Sebelumnya, atlet Indonesia tersebut memegang rekor Asia dengan waktu 6,07 detik yang dicatatkan dalam Kejuaraan Asia di Meishan pada April 2026.

Kemenangan dengan selisih dua per seribu detik itu memperlihatkan ketatnya persaingan pada nomor panjat tebing cepat tingkat Asia.

Nurisa Dian Ashrifah Rebut Emas Panahan setelah Kalahkan Atlet Filipina

Prestasi Indonesia juga datang dari cabang olahraga panahan melalui atlet muda Nurisa Dian Ashrifah yang meraih medali emas nomor compound.

Pemanah berusia 20 tahun asal Semarang tersebut berhasil mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor ketat 139-137 pada pertandingan final.

Kemenangan Nurisa ditentukan pada babak terakhir ketika anak panah pamungkasnya tepat mengenai angka 10.

Hasil tersebut membuat Nurisa menutup bagian akhir pertandingan dengan keunggulan 29-27 sekaligus memastikan medali emas bagi Indonesia.

Sebelumnya, Nurisa tidak termasuk atlet unggulan karena hanya menempati peringkat kedelapan pada babak kualifikasi dengan perolehan 701 poin.

Namun, atlet muda Indonesia tersebut berhasil melewati persaingan hingga mencapai pertandingan final dan mengalahkan wakil Filipina.

Keberhasilan Nurisa menjadi salah satu pencapaian penting bagi Indonesia dalam mengembangkan atlet muda untuk menghadapi kompetisi internasional.

Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Akhiri Penantian Emas Selama 28 Tahun

Cabang olahraga bulu tangkis turut menyumbangkan medali emas setelah tim beregu putra Indonesia mengalahkan China dalam pertandingan final pada Kamis (24/9/2026).

Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dengan skor 13-21 dan 18-21.

Pada pertandingan kedua, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga harus mengakui keunggulan Liang Weikeng/Wang Chang melalui tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, dan 14-21.

Harapan Indonesia kembali terbuka setelah Alwi Farhan mengalahkan Li Shifeng dengan skor 23-21, 15-21, dan 21-16.

Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pada pertandingan penentuan, Moh Zaki Ubaidillah memastikan kemenangan Indonesia setelah mengalahkan lawannya dengan skor 23-21 dan 21-13.

Kemenangan tersebut mengakhiri penantian Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih medali emas beregu putra Asian Games sejak terakhir kali menjadi juara di Bangkok pada 1998.

Leo dan Daniel Kembali Sumbang Emas dari Ganda Putra

Keberhasilan tim beregu putra dilanjutkan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang merebut medali emas nomor ganda putra.

Dalam pertandingan final, Leo/Daniel menghadapi pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang yang sebelumnya tampil pada final beregu putra.

Pasangan Indonesia kehilangan gim pertama dengan skor 19-21 sebelum membalikkan keadaan melalui kemenangan 21-13 dan 21-18 pada dua gim berikutnya.

Sebelum mencapai final, Leo/Daniel juga berhasil menyingkirkan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang berstatus sebagai ganda putra peringkat satu dunia.

Hasil tersebut menambah koleksi emas Indonesia sekaligus memperkuat pencapaian bulu tangkis nasional pada Asian Games 2026.

Rahmat Erwin Abdullah Pertahankan Emas Angkat Besi Asian Games

Dari cabang olahraga angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah kembali mencatatkan prestasi setelah meraih medali emas kelas 75 kilogram putra.

Rahmat membukukan total angkatan 366 kilogram yang terdiri atas angkatan snatch 160 kilogram serta clean and jerk 206 kilogram.

Catatan tersebut membuat Rahmat mengungguli lifter Thailand Weeraphon Wichuma.

Prestasi ini sekaligus melanjutkan keberhasilan Rahmat yang sebelumnya meraih medali emas pada Asian Games Hangzhou 2022.

Pada Asian Games sebelumnya, Rahmat mencatatkan total angkatan 359 kilogram dengan angkatan clean and jerk 201 kilogram.

Dengan demikian, Rahmat berhasil meningkatkan total angkatannya sebanyak tujuh kilogram dibandingkan pencapaian sebelumnya.

Keberhasilan tersebut menjadikannya salah satu atlet Indonesia yang mampu mempertahankan medali emas dalam dua penyelenggaraan Asian Games secara beruntun.

Menpora Erick Thohir Prioritaskan Pelatnas untuk Olimpiade 2028

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjadikan pemusatan latihan nasional atau pelatnas bagi cabang olahraga berpotensi meraih emas sebagai salah satu prioritas pembinaan atlet Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan atlet menghadapi persaingan internasional, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.

Kemenpora telah menyiapkan sistem pembinaan berjenjang sejak akhir 2025 dengan membagi atlet ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkat prestasi dan potensi.

Kelompok pertama adalah Super Elite yang dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi Olimpiade.

Kelompok kedua merupakan Elite yang difokuskan untuk mengikuti SEA Games dan Asian Games.

Sementara itu, kelompok Potensial diperuntukkan bagi atlet muda berusia 12 hingga 18 tahun yang diproyeksikan menjadi penerus atlet nasional.

Pembagian tersebut bertujuan mengarahkan dukungan pembinaan dan sumber daya secara lebih terukur sesuai kebutuhan setiap kelompok atlet.

Persaingan ketat pada Asian Games 2026 juga menunjukkan pentingnya peningkatan kemampuan teknis, kondisi fisik, serta kesiapan mental atlet dalam menghadapi pertandingan.

Selisih kemenangan yang sangat tipis pada cabang panjat tebing, panahan, dan bulu tangkis menjadi perhatian dalam mempersiapkan atlet menuju kompetisi tingkat dunia.

Dengan lima medali emas dan peningkatan jumlah keseluruhan medali pada Asian Games 2026, Indonesia memiliki hasil evaluasi untuk memperkuat program pembinaan atlet menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026