HOME  ⁄  Olahraga

Kejuaraan Pencak Silat Sobat GAS 2026 Diikuti 1.100 Peserta dari 15 Provinsi, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kejuaraan Pencak Silat Sobat GAS 2026 Diikuti 1.100 Peserta dari 15 Provinsi, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda
Foto: Sebanyak 1.100 peserta dari 15 provinsi mengikuti Kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).

Pantau - Sebanyak 1.100 peserta dari 15 provinsi mengikuti Kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 10–11 Oktober 2026, sebagai ajang pengembangan bakat, pembinaan karakter, dan pencarian bibit atlet pencak silat Indonesia.

Kejuaraan tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga mahasiswa.

Pembina Sobat GAS Pencak Silat Championship, Suhadi Rizki Hardianto atau Gus Ahmad Suhadi, berharap kegiatan tersebut dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

“Filosofi Sobat GAS adalah bersama bermanfaat. Insya Allah, kejuaraan pencak silat ini akan kami adakan setiap tahun dengan berbagai inovasi. Manfaatnya tidak hanya bagi peserta, tetapi juga UMKM dan penguatan budaya di masyarakat,” kata Suhadi di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Pesilat dari 15 Provinsi Bersaing di GOR Ciracas

Kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026 mempertemukan sekitar 1.100 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 15 provinsi mengirimkan peserta, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua, Banten, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, dan Riau.

Panitia menyelenggarakan pertandingan dalam empat kategori, yaitu tanding, tunggal, ganda, dan regu.

Peserta berkesempatan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan, medali, dan sertifikat.

Suhadi berharap prestasi peserta dalam kejuaraan tersebut dapat memperoleh pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk mendukung jalur prestasi nonakademik.

Selain pencapaian prestasi, penyelenggara juga menempatkan keselamatan atlet sebagai perhatian utama selama pertandingan berlangsung.

“Saya sangat berharap keselamatan menjadi hal utama. Sebelum dan sesudah pertandingan, seluruh peserta tetap sehat dan tidak mengalami cedera. Semoga mereka pulang membawa prestasi yang bermanfaat bagi masa depan,” katanya.

Panitia Dorong Pembinaan Karakter dan Pelestarian Budaya

Ketua Panitia Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026, Mayor CKE Suwita, menilai pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurut Suwita, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga warisan leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Melalui pembinaan dan kompetisi berkelanjutan, anak-anak serta remaja diharapkan dapat mengembangkan minat dan bakat mereka melalui kegiatan positif.

Olahraga pencak silat juga dinilai dapat menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan semangat berprestasi.

Sementara itu, Suhadi berharap penyelenggaraan kejuaraan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di luar lingkungan olahraga.

Manfaat tersebut mencakup peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan budaya pencak silat di masyarakat.

IPSI DKI Jakarta Pantau Potensi Atlet Menuju Olimpiade

Wakil Sekretaris Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta, Nuha Nurhasanah, menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut sejalan dengan upaya pengembangan pencak silat menuju Olimpiade.

Menurut Nuha, kompetisi seperti Sobat GAS Pencak Silat Championship dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet, khususnya di DKI Jakarta.

Kejuaraan ini juga memberikan kesempatan kepada IPSI untuk memantau potensi pesilat sejak tingkat dasar.

“Kejuaraan seperti ini bisa menjadi ajang untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat, mulai dari kalangan bawah hingga nantinya berkembang ke tingkat yang lebih tinggi,” ucap Nuha.

Ia berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat membantu atlet muda mengembangkan kemampuan hingga mencapai tingkat kompetisi yang lebih tinggi.

Atlet Berusia 14 Tahun Jalani Latihan Tiga Kali Seminggu

Antusiasme peserta terlihat dari Tasya, atlet berusia 14 tahun asal Perguruan Tapak Suci yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Yaspina.

Tasya mengikuti kategori tanding dalam Kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026.

Ia mengaku sempat merasa gugup menjelang pertandingan.

Untuk mempersiapkan diri, Tasya menjalani latihan sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Kejuaraan di GOR Ciracas tersebut merupakan kompetisi keempat yang diikutinya.

Sebelumnya, Tasya telah berhasil mengumpulkan empat medali dari kejuaraan pencak silat yang diikutinya.

Pengalaman peserta seperti Tasya menjadi salah satu gambaran pembinaan atlet muda melalui latihan rutin dan keikutsertaan dalam kompetisi.

Penyelenggara berharap Kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship dapat terus berlangsung setiap tahun dengan pengembangan kegiatan yang memberikan manfaat bagi atlet, masyarakat, dan pelestarian pencak silat Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026