HOME  ⁄  Olahraga

Alexander Zverev Raih Kemenangan Ke-60 di Shanghai Masters 2026, Kini Berpeluang Rebut Peringkat Satu Dunia dari Jannik Sinne

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Alexander Zverev Raih Kemenangan Ke-60 di Shanghai Masters 2026, Kini Berpeluang Rebut Peringkat Satu Dunia dari Jannik Sinne
Foto: (Sumber :Arsip foto - Petenis putra Jerman Alexander Zverev mengembalikan bola saat pertandingan final tunggal putra antara Alexander Zverev melawan Ben Shelton dalam kejuaraan tenis US Open 2026 di New York, Amerika Serikat, Minggu (13/9/2026). Alexander Zverev meraih gelar US Open 2026 setelah mengalahkan petenis tuan rumah Ben Shelton dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/agr.)

Pantau - Petenis asal Jerman, Alexander Zverev, mencatatkan kemenangan ke-60 sepanjang musim 2026 setelah mengalahkan wakil Prancis, Quentin Halys, pada babak ketiga Shanghai Masters di Qizhong Forest Sports City Arena, Shanghai, China, Minggu (11/10/2026).

Zverev yang berstatus sebagai unggulan teratas berhasil menundukkan Halys melalui pertandingan tiga set dengan skor 6-4, 6-7(8), 6-3 dalam waktu dua jam 17 menit.

Kemenangan tersebut membawa petenis peringkat kedua dunia itu melaju ke babak keempat sekaligus memperbesar peluangnya merebut posisi nomor satu dunia dari Jannik Sinner.

Zverev kini berpeluang mengamankan predikat petenis nomor satu dunia akhir tahun apabila mampu mencapai semifinal Shanghai Masters 2026.

Pencapaian tersebut juga menjadi bukti konsistensi Zverev sepanjang musim setelah sebelumnya berhasil meraih dua gelar Grand Slam dan mencapai final Wimbledon.

Alexander Zverev Kalahkan Quentin Halys dalam Pertandingan Tiga Set

Alexander Zverev harus menghadapi perlawanan ketat Quentin Halys sebelum memastikan kemenangan pada babak ketiga Shanghai Masters 2026.

Petenis Jerman tersebut memulai pertandingan dengan baik setelah berhasil mematahkan servis lawannya pada awal set pertama.

Keunggulan itu mampu dipertahankan Zverev hingga mengamankan set pembuka dengan skor 6-4.

Memasuki set kedua, Halys memberikan perlawanan lebih sengit dan berhasil memaksa pertandingan berlangsung hingga babak penentuan poin atau tie-break.

Zverev sebenarnya mendapatkan dua kesempatan untuk mengakhiri pertandingan melalui match point pada set kedua.

Namun, kedua peluang tersebut gagal dimanfaatkan sehingga Halys berhasil merebut set kedua melalui tie-break dengan skor 7-6(8).

Kegagalan menuntaskan pertandingan dalam dua set tidak membuat Zverev kehilangan kendali permainan.

Pada set penentuan, petenis berusia 29 tahun tersebut kembali tampil agresif dan berhasil mematahkan servis Halys pada awal set ketiga.

Keunggulan itu menjadi modal penting bagi Zverev untuk mengendalikan pertandingan hingga akhirnya menutup set ketiga dengan skor 6-3.

Berdasarkan statistik ATP, Zverev tidak menghadapi satu pun peluang pematahan servis atau break point sepanjang pertandingan.

Catatan tersebut menunjukkan kemampuannya menjaga servis meskipun Halys memberikan tekanan hingga pertandingan harus berlangsung tiga set.

Zverev Catat Kemenangan Ke-60 dan Ungkap Strategi Sepanjang Musim 2026

Kemenangan atas Quentin Halys menjadi pencapaian penting bagi Alexander Zverev karena menandai keberhasilan meraih 60 kemenangan dalam satu musim untuk ketiga kalinya sepanjang karier profesionalnya.

Sebelumnya, Zverev pernah mencapai jumlah tersebut pada musim 2018 dengan 60 kemenangan dan musim 2024 dengan 69 kemenangan.

Petenis Jerman itu mengungkapkan bahwa keberhasilannya sepanjang musim 2026 tidak terlepas dari perubahan strategi dalam mengatur jadwal pertandingan.

Berbeda dengan masa awal kariernya, Zverev kini lebih selektif menentukan turnamen yang menjadi target utama untuk mencapai performa terbaik.

“Saya merasa tahun ini telah memilih turnamen-turnamen yang ingin saya jadikan puncak performa, dan saya rasa saya melakukannya dengan cukup baik,” kata Zverev sebagaimana dikutip dari laman resmi ATP.

Menurut Zverev, pendekatan tersebut membantunya menjaga kondisi dan meningkatkan performa pada turnamen-turnamen penting.

Strategi itu membuahkan hasil setelah dirinya berhasil merebut dua gelar Grand Slam sepanjang musim 2026.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton, pada pertandingan final September lalu.

Zverev juga berhasil mencapai final Wimbledon pada musim yang sama.

Kemenangan di Shanghai sekaligus memperpanjang keunggulan Zverev atas Halys menjadi 4-0 dalam catatan pertemuan keduanya sepanjang 2026.

Halys sebelumnya juga sempat memberikan perlawanan sengit ketika menghadapi Zverev dalam perjalanan petenis Jerman tersebut menuju gelar US Open.

Zverev Berpeluang Geser Jannik Sinner dari Peringkat Satu Dunia

Keberhasilan melaju ke babak keempat Shanghai Masters membuka peluang Alexander Zverev untuk mengambil alih posisi nomor satu dunia dari Jannik Sinner.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah Sinner harus mengakhiri musim kompetisi 2026 lebih awal akibat cedera lutut.

Berdasarkan perhitungan ATP, Zverev berpeluang memastikan predikat petenis nomor satu dunia akhir tahun apabila berhasil mencapai babak semifinal Shanghai Masters.

Meski demikian, petenis Jerman tersebut baru dapat menduduki peringkat pertama dunia paling cepat pada 2 November 2026.

Untuk menjaga peluang tersebut, Zverev harus melewati pertandingan babak keempat menghadapi unggulan ke-19 asal Kazakhstan, Alexander Bublik.

Bublik memastikan tempat pada babak keempat setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat, Brandon Nakashima, melalui pertandingan tiga set dengan skor 6-7(7), 6-3, 7-6(5).

Dalam pertandingan tersebut, Bublik menunjukkan kekuatan servis dengan mencatatkan 16 pukulan servis langsung menghasilkan poin atau ace pada set kedua dan ketiga.

Pertemuan Zverev melawan Bublik akan menjadi salah satu pertandingan penting dalam persaingan menuju perempat final Shanghai Masters 2026.

Davidovich Fokina dan Alex de Minaur Juga Melaju ke Babak Keempat

Selain Alexander Zverev, sejumlah petenis unggulan lainnya berhasil memastikan tempat pada babak keempat Shanghai Masters 2026.

Petenis Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina, mencatatkan kemenangan atas wakil Amerika Serikat, Frances Tiafoe, melalui pertandingan ketat tiga set.

Davidovich Fokina berhasil mengalahkan Tiafoe dengan skor 7-6(4), 4-6, 7-6(6) setelah menyelamatkan satu peluang kemenangan lawan pada tie-break set penentuan.

Kemenangan tersebut menjadi keberhasilan pertama Davidovich Fokina mengalahkan petenis penghuni 10 besar dunia sepanjang musim 2026.

Pada babak berikutnya, Davidovich Fokina dijadwalkan menghadapi petenis Polandia, Hubert Hurkacz, untuk memperebutkan tiket perempat final.

Sementara itu, petenis Australia, Alex de Minaur, juga berhasil melaju setelah mengalahkan Rei Sakamoto dengan skor 7-6(6), 6-4.

De Minaur selanjutnya akan menghadapi Karen Khachanov pada pertandingan babak keempat.

Persaingan Shanghai Masters 2026 pun berlanjut dengan sejumlah petenis papan atas berusaha mengamankan tempat pada babak perempat final.

Bagi Zverev, turnamen di Shanghai menjadi kesempatan penting untuk menambah koleksi kemenangan sekaligus menjaga peluang mengakhiri musim 2026 sebagai petenis nomor satu dunia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026