
Pantau - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium dalam ajang Grand Prix setelah finis ketiga pada Moto3 GP Brasil 2026.
Pembalap Honda Team Asia asal Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut kini menjadi salah satu wakil Indonesia yang bersaing dalam Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026.
Veda yang berusia 17 tahun menegaskan kecintaannya terhadap Tanah Air serta keinginannya untuk terus membawa nama Indonesia melalui prestasi di lintasan balap internasional.
"Saya mencintai bangsa serta negara ini dan berharap bisa lebih mengharumkan nama Indonesia," ungkap Veda.
Perjalanan Veda menuju kejuaraan dunia dimulai sejak usia lima tahun ketika pertama kali mengenal sepeda motor balap berukuran kecil atau minibike.
Dukungan keluarga, khususnya sang ayah yang merupakan mantan pembalap nasional, menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya hingga mampu bersaing di tingkat dunia.
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah sebagai Pembalap Indonesia Pertama yang Naik Podium Grand Prix
Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap muda Indonesia yang tampil dalam Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia.
Berdasarkan data resmi MotoGP, Veda berhasil mencatatkan sejarah setelah meraih posisi ketiga pada GP Brasil.
Hasil tersebut menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium dalam kejuaraan Grand Prix sepeda motor.
Pencapaian itu menjadi salah satu hasil penting dalam perjalanan karier Veda yang sebelumnya berkompetisi di tingkat nasional dan regional Asia.
Pada musim 2026, Veda menggunakan nomor balap 9 setelah sebelumnya pernah menggunakan nomor 54.
Ia menghadapi persaingan dengan para pembalap muda dari berbagai negara yang juga berusaha membangun karier menuju kelas balap lebih tinggi.
Veda terus mengembangkan kemampuannya melalui latihan, persiapan teknis, serta pengalaman mengikuti balapan di berbagai sirkuit internasional.
Keikutsertaannya di Moto3 juga memberikan kesempatan untuk membawa nama Indonesia dalam kompetisi balap sepeda motor tingkat dunia.
Karier Veda Dimulai dari Minibike saat Berusia Lima Tahun
Veda Ega Pratama lahir di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008.
Ketertarikannya terhadap dunia balap sepeda motor mulai terlihat ketika berusia lima tahun.
Pada usia tersebut, Veda mulai mengendarai minibike sebagai sarana untuk mengenal teknik dasar mengendalikan sepeda motor.
Melalui kendaraan berukuran kecil itu, ia mempelajari keseimbangan, pengendalian motor, serta karakter lintasan.
Setahun kemudian, ketika berusia enam tahun, Veda mulai mengikuti kompetisi balap.
Keikutsertaannya dalam perlombaan sejak usia dini membuatnya mulai mengenal persaingan, disiplin latihan, dan evaluasi kemampuan.
Pengalaman tersebut menjadi dasar perkembangan keterampilan Veda sebelum mengikuti kejuaraan dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Seiring bertambahnya usia, ia terus mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan kemampuan membalap.
Ayah Veda Jadi Sponsor Pertama dan Dukung Karier Balap Sejak Kecil
Perjalanan Veda di dunia balap tidak terlepas dari dukungan keluarganya.
Ayah Veda, Sudarmono, merupakan mantan pembalap yang pernah berkompetisi dalam Kejuaraan Nasional Supersport 600.
Pengalaman tersebut membuat Sudarmono memiliki pemahaman mengenai tuntutan teknis dan persaingan dalam olahraga balap sepeda motor.
Sudarmono turut mendampingi perkembangan kemampuan Veda sejak mulai mengenal dunia balap.
Dukungan keluarga tidak hanya diberikan melalui pendampingan, tetapi juga bantuan untuk menunjang keikutsertaan Veda dalam kompetisi.
Sudarmono bahkan menjadi sponsor pertama dalam perjalanan karier balap putranya.
Orang tua Veda memberikan dukungan terhadap pilihannya menekuni olahraga balap sejak usia dini.
Melalui dukungan tersebut, Veda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan mengikuti kompetisi sesuai dengan perkembangan kemampuannya.
Veda Juara Nasional pada 2019 sebelum Menembus Persaingan Asia
Prestasi Veda mulai terlihat ketika ia berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional Balap Underbone pada 2019.
Gelar tersebut diraih ketika Veda masih berusia 10 tahun.
Keberhasilan di tingkat nasional menjadi salah satu pencapaian awal dalam perjalanan karier pembalap asal Gunungkidul tersebut.
Setelah berkompetisi di Indonesia, Veda melanjutkan pengembangan kemampuannya melalui ajang Asia Talent Cup.
Kejuaraan tersebut merupakan salah satu jalur pembinaan bagi pembalap muda yang ingin melanjutkan karier menuju kompetisi internasional.
Melalui Asia Talent Cup, Veda memperoleh pengalaman menghadapi pembalap dari berbagai negara di kawasan Asia.
Ia juga harus beradaptasi dengan karakter sirkuit yang berbeda serta meningkatkan konsistensi penampilan sepanjang kompetisi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya menuju Kejuaraan Dunia Moto3.
Veda Jalani Moto3 GP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika
Pada musim 2026, Veda kembali mendapatkan kesempatan tampil di Indonesia melalui penyelenggaraan Moto3 GP Indonesia.
Pembalap Honda Team Asia tersebut mengikuti sesi latihan bebas pertama di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (9/10/2026).
Dalam sesi tersebut, Veda terlihat berdiskusi dengan tim teknis setelah menjalani latihan di lintasan.
Komunikasi dengan tim menjadi bagian dari persiapan pembalap untuk mengevaluasi performa motor dan hasil latihan.
Keikutsertaan Veda di Mandalika merupakan bagian dari rangkaian kompetisi Moto3 musim 2026 yang diikutinya bersama Honda Team Asia.
Pengalaman membalap di berbagai sirkuit internasional terus menjadi bagian dari pengembangan kariernya.
Dengan pencapaian podium GP Brasil dan keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Moto3, Veda melanjutkan upayanya meraih prestasi sekaligus membawa nama Indonesia di arena balap internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




