HOME  ⁄  Nasional

Cak Aldo dan Ning Rara Terpilih Jadi Duta Wisata Surabaya 2026, Pemkot Dorong Anak Muda Berkontribusi bagi Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Cak Aldo dan Ning Rara Terpilih Jadi Duta Wisata Surabaya 2026, Pemkot Dorong Anak Muda Berkontribusi bagi Masyarakat
Foto: (Sumber :Finalis Duta Wisata Cak dan Ning Kota Surabaya berpose dalam malam Grand Final Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026). Pemkot Surabaya mewadahi kreativitas dan inovasi generasi muda melalui ajang tersebut untuk mendukung pembangunan daerah serta program Kampung Pancasila. ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya.)

Pantau - Cak Aldo dari Kecamatan Tegalsari dan Ning Rara dari Kecamatan Gubeng resmi terpilih sebagai Cak dan Ning Surabaya 2026 dalam malam grand final yang digelar di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026).

Keduanya terpilih melalui ajang pemilihan duta wisata yang diikuti 15 finalis dengan membawa berbagai gagasan untuk mendukung pembangunan Kota Surabaya.

Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026 mengusung tema Adhigana Manggala dengan semangat berani berkarya dan bersama berdaya.

Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah kreativitas dan inovasi generasi muda, sekaligus mendukung pembangunan daerah serta program Kampung Pancasila.

Para finalis tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga menyampaikan gagasan mengenai pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, digitalisasi, pengelolaan sampah, hingga persoalan kesehatan masyarakat.

Cak dan Ning Surabaya 2026 Angkat Gagasan Pembangunan Kota

Grand final Cak dan Ning Surabaya 2026 menjadi ajang bagi generasi muda untuk menyampaikan pemikiran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sebanyak 15 finalis berpartisipasi dengan menawarkan gagasan yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan Kota Surabaya.

Sejumlah peserta mengangkat pentingnya pelestarian cagar budaya dan pengembangan destinasi wisata sebagai bagian dari identitas daerah.

Finalis lainnya menyampaikan gagasan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian melalui pembahasan pengelolaan sampah dan upaya meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan kota.

Selain itu, peserta mengangkat persoalan tengkes atau stunting yang berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan anak.

Penguatan nilai gotong royong turut menjadi bagian dari gagasan yang disampaikan dalam kompetisi tersebut.

Melalui berbagai gagasan tersebut, ajang Cak dan Ning Surabaya tidak hanya diarahkan pada promosi pariwisata, tetapi juga keterlibatan anak muda dalam pembangunan daerah.

Pemkot Surabaya Jadikan Pemilihan Duta Wisata sebagai Wadah Kreativitas Pemuda

Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan ajang Cak dan Ning sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan potensi generasi muda.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemahaman terhadap persoalan daerah.

Para finalis juga memperoleh ruang untuk menyampaikan gagasan yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Program Kampung Pancasila menjadi salah satu agenda pembangunan daerah yang didukung melalui kegiatan tersebut.

Melalui keterlibatan generasi muda, nilai kebersamaan dan gotong royong diharapkan dapat semakin dikenal dalam kehidupan masyarakat.

Cak Aldo dan Ning Rara yang terpilih sebagai duta wisata Surabaya 2026 kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan yang telah disampaikan selama kompetisi.

Keduanya juga berpeluang berperan dalam memperkenalkan sejarah, seni budaya, serta potensi pariwisata Kota Surabaya kepada masyarakat yang lebih luas.

BPS Catat Jumlah Pemuda Indonesia Capai 66,83 Juta Jiwa pada 2025

Pengembangan kepemimpinan generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemuda Indonesia berusia 16 hingga 30 tahun pada 2025 diperkirakan mencapai 66,83 juta jiwa.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kelompok usia muda yang berpotensi terlibat dalam pembangunan nasional.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menempatkan peningkatan kualitas pemuda sebagai salah satu faktor penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Peningkatan kualitas tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, serta produktivitas generasi muda.

Selain pendidikan formal, pengembangan kepemimpinan juga berkaitan dengan pengalaman berorganisasi, kemampuan bekerja sama, dan keterlibatan dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

Ajang seperti Cak dan Ning Surabaya dapat menjadi salah satu ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui kegiatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan daerah.

Indeks Pembangunan Pemuda Meningkat, Partisipasi dan Kepemimpinan Masih Jadi Tantangan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat perkembangan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai salah satu indikator peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Kemenpora, IPP meningkat dari 48,67 pada 2015 menjadi 58,33 pada 2024.

Capaian tersebut melampaui target akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 sebesar 57,67.

Dalam publikasi lainnya, Kemenpora mencatat IPP meningkat dari 62,88 pada 2024 menjadi 65,78 pada 2025.

Angka tersebut melampaui target nasional tahun 2025 sebesar 65,16.

Meski demikian, aspek partisipasi dan kepemimpinan masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan pemuda.

Kemenpora memasukkan partisipasi dan kepemimpinan sebagai salah satu domain penilaian dalam Indeks Pembangunan Pemuda.

Peningkatan kualitas generasi muda juga membutuhkan dukungan melalui akses pendidikan, pelatihan, kesempatan kerja, dan kegiatan organisasi.

Kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan turut menjadi bagian penting dalam pengembangan kepemimpinan pemuda.

Cak dan Ning Surabaya Diharapkan Berkontribusi Setelah Penobatan

Terpilihnya Cak Aldo dan Ning Rara sebagai Cak dan Ning Surabaya 2026 menjadi awal dari peran keduanya sebagai duta wisata daerah.

Selain memperkenalkan destinasi wisata, keduanya memiliki kesempatan untuk mendukung pelestarian budaya dan memperluas keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masyarakat.

Berbagai gagasan yang muncul selama kompetisi dapat menjadi dasar pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan warga Surabaya.

Keterlibatan duta wisata dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah juga dapat memperkuat hubungan antara generasi muda dan masyarakat.

Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Surabaya membuka ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan serta berpartisipasi dalam program pembangunan.

Pelaksanaan gagasan setelah penobatan menjadi bagian penting untuk melihat kontribusi Cak dan Ning Surabaya 2026 bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026