HOME  ⁄  Olahraga

Jendi Pangabean Bidik Pertahankan Emas Asian Para Games 2026 di Nagoya, Persiapan Sudah Hampir 100 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jendi Pangabean Bidik Pertahankan Emas Asian Para Games 2026 di Nagoya, Persiapan Sudah Hampir 100 Persen
Foto: (Sumber :Arsip - Atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia cabang para renang Jendi Pangabean menunjukkan medali emas yang diperolehnya pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026). Kontingen Indonesia finis di posisi kedua APG 2025 Thailand dengan total 392 medali dan melampaui target yang ditetapkan yakni 236 medali. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww.).)

Pantau - Atlet para renang Indonesia Jendi Pangabean membidik mempertahankan medali emas nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang setelah menyatakan persiapannya telah mencapai tahap akhir.

Peraih medali emas Asian Para Games 2018 dan 2022 itu mengaku kondisi fisik serta program latihannya sudah hampir sepenuhnya siap untuk menghadapi persaingan di Nagoya.

Jendi menyampaikan kesiapan tersebut saat memberikan keterangan di Nagoya, Jepang, Rabu (14/10/2026).

"Persiapannya sekarang sudah pra-pertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kami sudah hampir 100 persen," kata Jendi di Nagoya, Rabu.

Atlet asal Sumatera Selatan tersebut berharap dapat kembali menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia meskipun menyadari persaingan pada Asian Para Games akan berlangsung ketat.

Jendi Pangabean Berpeluang Pertahankan Emas untuk Ketiga Kalinya

Jendi Pangabean datang ke Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan catatan prestasi sebagai peraih medali emas pada dua edisi sebelumnya.

Ia berhasil merebut medali emas nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games 2018.

Prestasi tersebut kembali diulanginya pada Asian Para Games 2022.

Kini, Jendi berupaya mempertahankan pencapaian tersebut dalam penampilan keempatnya di pesta olahraga terbesar Asia bagi atlet penyandang disabilitas.

Pelatih menargetkan Jendi kembali membawa pulang medali dari Nagoya.

Namun, Jendi memilih tidak menjadikan target tersebut sebagai tekanan yang dapat mengganggu penampilannya.

"Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan menyumbangkan medali," ujarnya.

Tujuh Emas ASEAN Para Games Jadi Modal Hadapi Nagoya

Jendi membawa modal positif menjelang Asian Para Games 2026 setelah mencatatkan prestasi pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih tujuh medali emas untuk Indonesia.

Capaian tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Jendi untuk menghadapi persaingan pada tingkat Asia.

Meski demikian, ia memahami bahwa Asian Para Games memiliki tingkat persaingan lebih tinggi dibandingkan ASEAN Para Games.

"Tentu ini event yang lebih besar dari ASEAN Para Games kemarin. Jadi saya harus benar-benar fokus untuk bisa menghasilkan yang terbaik bagi Indonesia," katanya.

Jendi menilai fokus dan kesiapan menghadapi pertandingan menjadi faktor penting untuk menjaga peluang meraih medali.

Ia juga terus menjalani program latihan yang telah disiapkan pelatih menjelang pertandingan.

Faktor Usia Jadi Tantangan Jendi di Asian Para Games 2026

Selain menghadapi persaingan dari atlet negara lain, Jendi mengakui faktor usia menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan prestasinya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut usaha lebih besar dalam menjalani latihan maupun pertandingan.

"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus bekerja lebih keras lagi di Asian Para Games Nagoya," ujar Jendi.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Jendi tetap berupaya memaksimalkan persiapan yang telah memasuki tahap akhir.

Pengalamannya mengikuti beberapa edisi Asian Para Games menjadi salah satu bekal dalam menghadapi pertandingan di Nagoya.

Dukungan Keluarga Tambah Motivasi Jendi Raih Medali

Jendi juga mengungkapkan bahwa dukungan keluarga menjadi sumber motivasi penting selama mempersiapkan diri menghadapi Asian Para Games 2026.

Meskipun istri dan anaknya tidak dapat hadir langsung menyaksikan pertandingan di Nagoya, ia tetap memperoleh dukungan dari Indonesia.

"Di Nagoya mereka kebetulan tidak bisa ikut, tetapi itu tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," kata Jendi.

Dukungan tersebut menjadi penyemangat tambahan bagi Jendi untuk memberikan penampilan terbaik dalam ajang olahraga tingkat Asia tersebut.

Dengan persiapan yang hampir mencapai 100 persen, Jendi berharap dapat kembali menyumbangkan medali bagi Indonesia sekaligus mempertahankan prestasinya pada nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026