HOME  ⁄  Olahraga

Adyos Astan Raih Kemenangan Telak 3-0 atas Nepal di Asian Para Games 2026, Langsung Petakan Kekuatan Thailand dan Kamboja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Adyos Astan Raih Kemenangan Telak 3-0 atas Nepal di Asian Para Games 2026, Langsung Petakan Kekuatan Thailand dan Kamboja
Foto: (Sumber :Atlet para tenis meja Indonesia Adyos Astan memberikan keterangan seusai pertandingan penyisihan tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang, Jumat (16/10/2026). Adyos membuka langkah dengan kemenangan 3-0 atas wakil Nepal Digam Chemjong dengan skor 11-1, 11-6, 11-3. ANTARA/Muhammad Ramdan.)

Pantau - Atlet para tenis meja Indonesia Adyos Astan langsung memetakan kekuatan calon lawan berikutnya setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas wakil Nepal, Digam Chemjong, pada pertandingan pembuka Grup F tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang, Jumat (16/10/2026).

Adyos membuka perjuangannya dengan penampilan dominan setelah mengalahkan Chemjong dalam tiga gim langsung dengan skor 11-1, 11-6, dan 11-3.

Kemenangan tersebut menjadi modal awal bagi atlet senior Indonesia itu untuk menghadapi dua pertandingan berikutnya melawan wakil Thailand dan Kamboja pada fase penyisihan grup.

Seusai pertandingan, Adyos mengaku langsung mengamati permainan calon lawannya untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing pemain.

"Tadi saya lihat Thailand dan Kamboja juga, lawan saya berikutnya. Biasanya kalau kita habis bertanding, next-nya yang masih main kita amati. Kira-kira apa kelebihannya, apa kelemahannya," kata Adyos di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang, Jumat.

Adyos Astan Kalahkan Wakil Nepal Tiga Gim Langsung

Adyos Astan mengawali persaingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Digam Chemjong dari Nepal.

Pada gim pertama, Adyos tampil dominan dengan meraih kemenangan 11-1 atas lawannya.

Penampilan tersebut berlanjut pada gim kedua ketika Adyos kembali unggul dengan skor 11-6.

Atlet Indonesia itu kemudian memastikan kemenangan setelah menutup gim ketiga dengan skor 11-3.

Hasil tersebut membuat Adyos mengamankan kemenangan pertamanya dalam persaingan Grup F tunggal putra kelas 4-5.

Dalam grup tersebut, Adyos bersaing dengan Wanchai Chaiwut dari Thailand, Digam Chemjong dari Nepal, dan Yoy Kosal asal Kamboja.

Adyos berharap kemenangan pada pertandingan pembuka dapat meningkatkan motivasinya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

"Hari ini semoga jadi satu modal, jadi tambah semangat untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Adyos.

Adyos Pelajari Kekuatan Thailand dan Kamboja untuk Laga Berikutnya

Setelah mengalahkan Nepal, Adyos langsung mengalihkan fokus kepada dua calon lawan berikutnya dari Thailand dan Kamboja.

Ia mengamati pertandingan para pesaingnya untuk memahami karakter permainan sekaligus mencari celah yang dapat dimanfaatkan dalam pertandingan.

Menurut Adyos, mempelajari permainan lawan menjadi bagian dari persiapan yang biasa dilakukan atlet setelah menyelesaikan pertandingan.

Langkah tersebut dilakukan agar dirinya memiliki gambaran mengenai kemampuan teknis serta pola permainan yang akan dihadapi.

Wanchai Chaiwut dari Thailand dan Yoy Kosal dari Kamboja menjadi dua pemain yang masih harus dihadapi Adyos dalam persaingan Grup F.

Kedua pertandingan tersebut akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Adyos pada fase penyisihan tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026.

Adyos Sebut Persaingan Para Tenis Meja Asia Semakin Merata

Adyos menilai persaingan cabang olahraga para tenis meja di tingkat Asia saat ini berlangsung semakin ketat karena kemampuan teknis para pemain relatif seimbang.

Menurutnya, sebagian besar atlet yang tampil dalam kompetisi internasional telah memiliki kemampuan permainan yang tidak jauh berbeda.

Karena itu, kesiapan fisik dan kondisi atlet pada hari pertandingan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.

"Sebenarnya dalam setiap pertandingan itu rata-rata sudah memiliki kemampuan atau teknik yang sama. Tinggal bagaimana pada saat pertandingan, siapa yang lebih siap, siapa yang lebih bugar dan siapa yang kondisinya lebih bagus," katanya.

Adyos menilai kemampuan teknik saja tidak cukup untuk memastikan kemenangan apabila tidak didukung kondisi tubuh dan kesiapan menghadapi pertandingan.

Ia juga memilih untuk tidak memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri dengan menetapkan target tertentu sepanjang turnamen.

Sebaliknya, Adyos berupaya menjaga konsistensi permainan agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan.

"Kita berusaha supaya tampil maksimal saja," katanya menambahkan.

Kemenangan atas Digam Chemjong menjadi awal positif bagi Adyos Astan dalam perjuangannya membawa nama Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Selanjutnya, Adyos akan menghadapi wakil Thailand dan Kamboja dalam upaya melanjutkan hasil positif pada fase penyisihan Grup F.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026