
Pantau - Pengurus Kabupaten Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kudus bersama Djarum Foundation memperluas penyelenggaraan Festival SenengMinton 2026 ke lima kota di Jawa Tengah untuk meningkatkan minat anak-anak terhadap bulu tangkis sekaligus memperkuat regenerasi atlet sejak usia dini.
Kelima daerah yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival tersebut adalah Kudus, Magelang, Purworejo, Solo, dan Semarang.
Ketua Pengkab PBSI Kudus Yuni Kartika mengatakan perluasan kegiatan dilakukan setelah program yang awalnya hanya diselenggarakan di Kudus mendapat respons positif dari masyarakat.
"Awalnya, Festival SenengMinton ini digelar di Kabupaten Kudus. Kemudian kami perluas menjadi lima kota, yakni Kudus, Magelang, Purworejo, Solo, dan Semarang,” kata Yuni saat ditemui dalam final Festival SenengMinton 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Minggu (18/10/2026).
Festival tersebut dirancang sebagai sarana pengenalan olahraga bulu tangkis melalui kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak sebelum memasuki pembinaan kompetitif.
Festival SenengMinton Kenalkan Empat Kemampuan Dasar Bulu Tangkis
Yuni menjelaskan bahwa Festival SenengMinton tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga mengajarkan keterampilan dasar bulu tangkis kepada peserta.
Terdapat empat aspek utama yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, yakni ketenangan, kecepatan, kekuatan, dan ketepatan memukul kok.
Keempat kemampuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembinaan untuk membantu anak-anak mengenali potensi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat bermain.
Setelah mengikuti festival, peserta memiliki kesempatan melanjutkan pembinaan melalui Kejuaraan SenengMinton dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan anak.
"Dari festival, kami pindahkan mereka ke Kejuaraan SenengMinton. Mereka bermain bulu tangkis menggunakan setengah lapangan dulu karena kalau langsung selapangan tentu lebih sulit bagi anak-anak," ujarnya.
Menurut Yuni, sejumlah peserta yang mengikuti program lanjutan tersebut bahkan mulai bergabung dengan klub bulu tangkis untuk mengembangkan kemampuan mereka.
PBSI Kudus juga memperluas pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sebagai tahap awal sebelum anak-anak mengikuti kompetisi maupun masuk ke klub.
Program tersebut diharapkan membentuk jalur pembinaan berjenjang dari pengenalan olahraga, pembinaan tingkat menengah, klub besar, hingga pemusatan latihan nasional.
Antusiasme Peserta di Kudus Meningkat hingga 800 Anak
Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyampaikan bahwa Festival SenengMinton menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi anak-anak dalam olahraga bulu tangkis.
Menurut Yoppy, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan bulu tangkis untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet berprestasi.
Ia mengaku terkejut melihat peningkatan jumlah peserta Festival SenengMinton di Kudus yang mencapai sekitar 800 anak.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 200 hingga 300 peserta.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan program ke daerah lain.
"Pengembangan ke daerah lain tetap terbuka apabila minat masyarakat terus meningkat. Namun, perluasan program akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah Jawa Tengah," ujarnya.
Peningkatan jumlah peserta diharapkan turut memperkuat pembinaan bulu tangkis di Kudus yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi.
Sekolah Ikut Berperan dalam Pembinaan Atlet Usia Dini
Pembinaan melalui Festival SenengMinton juga mendapat dukungan dari sekolah yang menyediakan kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis.
Pembina ekstrakurikuler MI NU Miftahul Ulum, Kecamatan Jati, Kudus, Atik Mujiati, menyampaikan bahwa sejumlah anak didiknya berhasil meraih prestasi dalam Festival SenengMinton 2026.
Sekolah tersebut berhasil meraih juara pertama untuk kategori siswa kelas satu, sementara peserta dari kelas dua dan tiga masing-masing memperoleh juara kedua dan ketiga.
Atik mengatakan sekolah telah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis dengan melibatkan dua pelatih untuk mengembangkan kemampuan siswa.
"Sekolah memang menyediakan ekstra bulu tangkis, sehingga didatangkan dua pelatih untuk menyalurkan bakat anak, terutama yang dikenal aktif," ujarnya.
Melalui keterlibatan sekolah, klub, PBSI, dan Djarum Foundation, Festival SenengMinton diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi calon atlet bulu tangkis Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka




