
Pantau - Presiden Komite Paralimpiade Asia (APC) Majid Rashed mengenang perjalanan 51 tahun perkembangan olahraga disabilitas di Asia sejak penyelenggaraan FESPIC Games pertama di Jepang pada 1975 hingga berlangsungnya Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang mempertemukan atlet dari 45 negara dan wilayah.
Rashed menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Stadion Atletik Nagoya City Mizuho Park, Jepang, Minggu (18/10/2026).
"Lima puluh satu tahun lalu, Oita di Jepang menjadi tuan rumah ajang olahraga para regional pertama di Asia di bawah visi dan kepemimpinan Dr. Yutaka Nakamura," kata Rashed.
Menurut Rashed, penyelenggaraan kompetisi pada 1975 menjadi tonggak penting dalam perkembangan olahraga bagi penyandang disabilitas di kawasan Asia.
Ajang tersebut menjadi awal perjalanan panjang yang kemudian berkembang menjadi Asian Para Games.
FESPIC Games 1975 Jadi Awal Perkembangan Olahraga Disabilitas Asia
Rashed menjelaskan bahwa kompetisi olahraga disabilitas regional pertama di Asia berlangsung di Oita, Jepang, pada 1975.
Kejuaraan yang dikenal sebagai Far East and South Pacific Games for the Disabled (FESPIC Games) tersebut diikuti 973 atlet dari 18 negara.
Para peserta ketika itu bertanding dalam delapan cabang olahraga.
FESPIC Games kemudian diselenggarakan sebanyak sembilan kali hingga 2006 sebelum dilanjutkan melalui Asian Para Games pada 2010.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan kompetisi olahraga disabilitas di tingkat Asia.
"Lihatlah kita hari ini. Lihatlah seberapa jauh kita telah melangkah. Lihatlah bagaimana gerakan kita telah berkembang," ujar Rashed.
Asian Para Games pertama berlangsung di Guangzhou, China, pada 2010.
Penyelenggaraan di Aichi-Nagoya pada 2026 menjadi edisi kelima Asian Para Games sekaligus menandai kembalinya pesta olahraga disabilitas terbesar Asia ke Jepang.
Asian Para Games 2026 Diikuti Atlet dari 45 Negara dan Wilayah
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 mempertemukan atlet dari 45 negara dan wilayah untuk bertanding dalam 18 cabang olahraga.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Jepang.
Rashed menilai penyelenggaraan tahun ini memiliki makna tersendiri karena Jepang merupakan negara tempat dimulainya kompetisi olahraga disabilitas regional Asia lebih dari lima dekade lalu.
Ia juga mengenang Paralimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung tanpa kehadiran penonton umum akibat pandemi COVID-19.
Menurut Rashed, Jepang tetap menunjukkan komitmen terhadap gerakan paralimpik meskipun penyelenggaraan saat itu menghadapi berbagai pembatasan.
Kembalinya kompetisi olahraga disabilitas internasional ke Jepang melalui Asian Para Games 2026 dinilai menjadi kesempatan untuk melanjutkan warisan tersebut.
Presiden APC Ajak Atlet Ubah Pandangan Masyarakat terhadap Disabilitas
Rashed menegaskan bahwa pencapaian atlet dalam Asian Para Games tidak hanya diukur berdasarkan jumlah medali yang berhasil diraih.
Menurut dia, perjuangan atlet juga memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kemampuan penyandang disabilitas.
"Setiap penampilan dapat menantang persepsi, setiap pencapaian dapat mematahkan stereotip, dan setiap atlet dapat memberikan keberanian kepada anak muda yang menonton dari tribun atau rumah untuk memiliki impian yang berbeda," katanya.
Ia mengajak seluruh peserta Asian Para Games 2026 menunjukkan kemampuan terbaik selama bertanding.
Rashed berharap penampilan para atlet dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, termasuk penyandang disabilitas yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang olahraga.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana untuk mendorong perubahan pandangan masyarakat terhadap disabilitas.
"Babak selanjutnya dari warisan paralimpik Jepang tidak hanya akan ditulis di arena pertandingan atau tabel medali. Itu akan ditulis oleh kalian," ujar Rashed.
Melalui Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, APC berharap perkembangan olahraga disabilitas Asia terus berlanjut sekaligus memberikan dampak positif bagi penerimaan dan penghormatan terhadap keberagaman.
- Penulis :
- Gerry Eka




