
Pantau - Dua atlet para tenis meja Indonesia, Barce Labaya dan Komet Akbar, berhasil menyumbangkan dua medali perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah perjuangan keduanya terhenti pada babak semifinal di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026).
Barce meraih medali perunggu dari nomor tunggal putra kelas 4-5, sedangkan Komet mempersembahkan medali dengan warna serupa dari nomor tunggal putra kelas 10.
Kedua atlet Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan lawan masing-masing pada pertandingan semifinal yang berlangsung Selasa.
Meski gagal melaju ke pertandingan final, Barce dan Komet tetap berhak mendapatkan medali perunggu karena cabang olahraga para tenis meja memberikan medali kepada dua atlet yang kalah pada babak semifinal.
Barce Labaya Kalah 1-3 dari Wakil China di Semifinal
Barce Labaya menghadapi atlet China, Peng Zhengyang, dalam pertandingan semifinal nomor tunggal putra kelas 4-5.
Pada pertandingan tersebut, Barce harus mengakui keunggulan Peng dengan skor akhir 1-3.
Atlet Indonesia itu kalah dalam empat gim dengan rincian skor 9-11, 4-11, 13-11, dan 9-11.
Barce mengawali pertandingan dengan perlawanan pada gim pertama, tetapi Peng berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 11-9.
Pada gim kedua, Barce kembali mengalami kesulitan menghadapi permainan lawannya dan menyerah dengan skor 4-11.
Tertinggal dua gim, Barce berusaha bangkit untuk mempertahankan peluang melaju ke final.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika ia berhasil merebut gim ketiga melalui pertandingan ketat dengan skor 13-11.
Kemenangan pada gim ketiga membuat Barce memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Namun, momentum kebangkitan tersebut tidak mampu dipertahankan pada gim keempat.
Peng kembali mengambil kendali pertandingan dan menutup gim keempat dengan kemenangan 11-9.
Hasil tersebut memastikan Barce kalah 1-3 dan harus menghentikan langkahnya pada babak semifinal.
Meski demikian, pencapaian hingga empat besar memastikan Barce membawa pulang medali perunggu bagi Indonesia.
Komet Akbar Takluk dari Atlet Jepang Mahiro Funayama
Pada pertandingan semifinal lainnya, Komet Akbar menghadapi wakil tuan rumah Jepang, Mahiro Funayama, di nomor tunggal putra kelas 10.
Komet harus mengakui keunggulan Funayama setelah kalah tiga gim langsung dengan skor 0-3.
Pertandingan berakhir dengan rincian skor 11-13, 10-12, dan 1-11.
Komet sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat dalam dua gim pertama.
Pada gim pembuka, pertandingan berlangsung sengit hingga kedua pemain harus menyelesaikan gim melalui perolehan angka tambahan.
Namun, Funayama berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 13-11.
Memasuki gim kedua, Komet kembali berusaha menekan permainan atlet Jepang tersebut.
Persaingan berlangsung ketat sebelum Funayama kembali memenangkan gim dengan skor 12-10.
Kekalahan pada dua gim awal membuat Komet berada dalam posisi tertinggal 0-2.
Pada gim ketiga, Funayama tampil lebih dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 11-1.
Hasil tersebut memastikan Komet gagal melaju ke final nomor tunggal putra kelas 10.
Kendati demikian, Komet tetap mendapatkan medali perunggu setelah berhasil mencapai babak semifinal.
Indonesia Raih Dua Perunggu dari Cabang Para Tenis Meja
Hasil pertandingan Barce Labaya dan Komet Akbar menambah perolehan medali Indonesia dari cabang olahraga para tenis meja pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Kedua atlet berhasil mencapai semifinal meskipun menghadapi lawan dari negara berbeda.
Barce harus berhadapan dengan Peng Zhengyang dari China, sedangkan Komet menghadapi Mahiro Funayama yang mewakili Jepang sebagai tuan rumah.
Dalam cabang olahraga para tenis meja, dua atlet yang kalah pada pertandingan semifinal sama-sama memperoleh medali perunggu.
Dengan ketentuan tersebut, tidak diperlukan pertandingan perebutan tempat ketiga untuk menentukan penerima medali perunggu.
Barce dan Komet pun memastikan masing-masing satu medali perunggu setelah langkah mereka terhenti pada babak empat besar.
Barce dan Komet Gagal ke Final, tetapi Tetap Bawa Pulang Medali
Perjalanan Barce Labaya pada nomor tunggal putra kelas 4-5 berakhir setelah kekalahan empat gim dari Peng Zhengyang.
Sementara itu, Komet Akbar menutup perjuangannya di nomor tunggal putra kelas 10 setelah kalah tiga gim langsung dari Mahiro Funayama.
Kedua atlet Indonesia sempat memberikan perlawanan dalam pertandingan masing-masing, terutama Barce yang berhasil merebut satu gim dan Komet yang bersaing ketat pada dua gim pembuka.
Namun, hasil semifinal belum cukup untuk membawa keduanya memperebutkan medali emas.
Meski gagal mencapai final, Barce Labaya dan Komet Akbar tetap mempersembahkan dua medali perunggu bagi kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




