
Pantau - Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, meminta pemerintah memperpanjang masa pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet para menjadi minimal enam bulan guna menjaga konsistensi prestasi setelah Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Permintaan tersebut disampaikan Reda di Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026) malam, setelah mengevaluasi penampilan atlet Indonesia selama mengikuti ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.
Reda menilai durasi pelatnas selama tiga bulan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum memadai untuk mempersiapkan atlet menghadapi persaingan internasional.
"Untuk Asian Para Games ini aja, pemerintah melalui Kemenpora hanya memberikan jatah Pelatnas tiga bulan. Itu sebenarnya kurang cukup," kata Reda.
Menurutnya, waktu persiapan yang terbatas dapat memengaruhi kondisi fisik atlet ketika menghadapi pertandingan dengan tingkat persaingan tinggi.
Reda Soroti Persiapan Fisik Atlet Para yang Belum Maksimal
Reda mengungkapkan bahwa kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan sejumlah atlet Indonesia pada Asian Para Games 2026.
Beberapa atlet belum berhasil menyumbangkan medali, sementara sebagian lainnya hanya mampu meraih medali perunggu.
Ia menilai persiapan yang lebih panjang diperlukan agar atlet memiliki kesempatan meningkatkan kondisi fisik, teknik, dan kesiapan menghadapi pertandingan.
Karena itu, Reda berharap Kemenpora dapat memperpanjang masa pelatnas sekaligus memastikan program pembinaan berjalan secara berkesinambungan.
"Makanya diperlukan ya paling minimal tuh enam bulan," ujarnya.
Menurut Reda, keberlanjutan program latihan menjadi faktor penting agar kemampuan atlet tidak mengalami penurunan setelah menyelesaikan satu kejuaraan.
Pelatnas yang berlangsung lebih panjang juga diharapkan dapat membantu atlet mempertahankan performa sekaligus meningkatkan peluang meraih prestasi pada kompetisi berikutnya.
Indonesia Bersiap Hadapi ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028
Reda menegaskan pentingnya pembinaan jangka panjang karena Indonesia akan menghadapi dua ajang olahraga internasional dalam beberapa tahun mendatang.
Kedua ajang tersebut adalah ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, serta Paralimpiade Los Angeles 2028 di Amerika Serikat.
Program pelatnas berkelanjutan dinilai diperlukan untuk menjaga kesiapan atlet berpengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan atlet muda yang mulai menunjukkan prestasi.
Reda mencontohkan keberhasilan I Kadek Dwi Purwana Yasa dari cabang para atletik dan Abdil Majid Rahman dari para renang yang berhasil meraih medali emas pada Asian Para Games 2026.
Prestasi kedua atlet muda tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya mempertahankan program pembinaan agar perkembangan kemampuan mereka terus berlanjut.
Reda berharap pembinaan atlet tidak berhenti setelah berakhirnya sebuah kejuaraan, melainkan tetap berjalan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Indonesia Lampaui Target Medali Asian Para Games 2026
Di tengah keterbatasan waktu persiapan, kontingen Indonesia berhasil mencatatkan prestasi dengan melampaui target medali pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Hingga Jumat (23/10/2026) malam, Indonesia telah mengumpulkan 14 medali emas, 20 perak, dan 37 perunggu.
Perolehan tersebut jauh melampaui target awal pemerintah yang menetapkan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Kontingen Merah Putih yang diperkuat 103 atlet berhasil menggandakan target medali emas meskipun hanya menjalani pelatnas selama tiga bulan.
Capaian tersebut menjadi dasar bagi Reda untuk mendorong pemerintah memberikan dukungan persiapan yang lebih panjang agar prestasi atlet para Indonesia dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada ajang internasional mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




