
Pantau - Ganda campuran China Li Hong Yi/Huang Ke Xin berhasil menjuarai Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan Singapura/Indonesia Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja melalui pertandingan tiga gim dengan skor 15-21, 21-5, 21-10.
Pertandingan final turnamen bulu tangkis BWF Tour Super 100 tersebut berlangsung di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).
Li/Huang berhasil membalikkan keadaan setelah kehilangan gim pertama dengan skor 15-21.
Pasangan China itu kemudian tampil dominan pada dua gim berikutnya dengan kemenangan 21-5 dan 21-10 untuk memastikan gelar juara.
Huang Ke Xin mengaku tidak menyangka dapat meraih gelar juara dalam turnamen tersebut.
"Titel juara ini merupakan yang kedua bagi kami berdua, setelah sebelumnya juga meraih gelar juara di ajang kompetisi di China," ujar Huang seusai pertandingan.
Li/Huang Bangkit Setelah Kalah pada Gim Pertama
Pertandingan final dimulai dengan keunggulan Terry/Gloria yang berhasil merebut gim pertama dengan skor 21-15.
Namun, Li/Huang mampu mengubah jalannya pertandingan pada gim kedua melalui permainan cepat dan reli panjang.
Strategi tersebut membuat pasangan China mendominasi perolehan poin hingga memenangkan gim kedua dengan skor telak 21-5.
Pada gim penentuan, Li/Huang kembali mempertahankan keunggulan dan menutup pertandingan dengan skor 21-10.
Huang menjelaskan bahwa kecepatan permainan dan kondisi fisik menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka mengalahkan Terry/Gloria.
"Karena kami lebih muda, tentunya secara energi lebih kuat dibandingkan mereka yang sudah senior," katanya.
Menurut Huang, strategi memperpanjang reli sengaja diterapkan untuk menguras stamina pasangan lawan yang lebih berpengalaman.
Sementara itu, Li Hong Yi mengatakan bahwa sejak awal mereka memang memasang target menjadi juara Indonesia Masters 2026.
Gloria Akui Penampilan Terry/Gloria Belum Maksimal
Gloria Emanuelle Widjaja mengakui bahwa penampilan dirinya bersama Hee Yong Kai Terry belum maksimal dalam pertandingan final.
Meskipun mampu memenangkan gim pertama, pasangan Singapura/Indonesia tersebut gagal mempertahankan permainan pada dua gim berikutnya.
"Kami sudah berupaya bermain maksimal. Hasilnya demikian yang kami terima," ujar Gloria.
Gloria menyoroti kekalahan dengan selisih poin cukup jauh pada gim kedua ketika mereka hanya mampu mengumpulkan lima poin.
Menurutnya, kondisi angin di lapangan menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi pengendalian arah kok.
Ia menjelaskan bahwa sejak babak penyisihan hingga semifinal, Terry/Gloria selalu bertanding di lapangan dua.
Sementara itu, pertandingan final menjadi kesempatan pertama mereka bermain di lapangan satu.
"Sejak awal babak penyisihan hingga semifinal, kami bermain di lapangan dua. Sedangkan di lapangan satu, baru kali ini sehingga belum memahami kondisi anginnya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan. Harus diakui bahwa kami kurang maksimal saja," katanya.
Gloria menegaskan bahwa kondisi lapangan tidak dapat dijadikan alasan utama atas kekalahan mereka.
Terry/Gloria Soroti Stamina dan Kekuatan Pukulan Lawan
Selain persoalan adaptasi lapangan, Terry/Gloria mengakui kondisi fisik mereka belum sepenuhnya pulih menjelang pertandingan final.
Pasangan tersebut juga menilai usia Li/Huang yang lebih muda memberikan keuntungan dalam menjaga stamina selama pertandingan.
Kecepatan permainan lawan membuat Terry/Gloria kesulitan mempertahankan pola permainan yang berhasil diterapkan pada gim pertama.
Kekuatan pukulan Li Hong Yi turut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pasangan Singapura/Indonesia tersebut.
Kombinasi kecepatan dan reli panjang yang diterapkan Li/Huang akhirnya membuat Terry/Gloria kehilangan kendali pertandingan.
Terry/Gloria Tetap Penuhi Target Tembus Final Indonesia Masters
Meskipun gagal meraih gelar juara, Hee Yong Kai Terry menyatakan bahwa pencapaian mereka dalam turnamen tersebut telah sesuai dengan target awal.
Sejak mengikuti Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, pasangan Terry/Gloria memang menargetkan tempat di pertandingan final.
Keberhasilan mencapai partai puncak membuat mereka mengakhiri turnamen sebagai peringkat kedua sektor ganda campuran.
Sementara itu, Li Hong Yi/Huang Ke Xin memastikan gelar kedua sebagai pasangan setelah sebelumnya menjuarai kompetisi di China.
Gelar di Kudus tersebut menjadi tambahan prestasi bagi pasangan China dalam persaingan bulu tangkis internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka




